Beranda Daerah Bengkulu 5 Tahun Jadi Pengedar Narkoba, Oknum Polisi di Mukomuko Ditangkap BNN...

5 Tahun Jadi Pengedar Narkoba, Oknum Polisi di Mukomuko Ditangkap BNN Saat Pesta Narkoba

260
0
BERBAGI

MUKOMUKO, WN – Seorang oknum polisi berpangkat Aiptu berinisial ES (43) ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu di Desa Tunggang, Kecamatan Teramang Jaya Kabupaten Mukomuko, Sabtu (22/5/2021) kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB. Penangkapan ini dibenarkan oleh Petugas BNN Provinsi Bengkulu.

“Betul, sedang didalami di kantor BNN,” kata Kepala Bidang Berantas BNN Provinsi Bengkulu Sukria Gaos, Minggu (23/5). Ia menambahkan bahwa ES diamankan bersama dua warga sipil lainnya, DA (53) dan DB (32) pengguna narkotika sat berada di salah satu rumah makan.

Dari hasil penangkapan tersebut pihaknya menyita barang bukti 8 paket sedang berisikan narkotika jenis I yaitu ganja, dua paket kecil berisikan narkotika jenis I yaitu sabu-sabu, 7 handphone, satu unit kendaraan roda empat, plastik klip kecil bening dan beberapa alat hisap sabu yaitu bong.

Setelah dilakukan pemeriksaan, BNN mengungkapkan bahwa Aiptu ES ternyata telah lima tahun menjadi pengedar narkotika di wilayah Kabupaten Mukomuko.

“ES merupakan pengedar dan sudah 5 tahun beroperasi di wilayah khusus Kabupaten Mukomuko,” ungkap Kepala BNN Provinsi Bengkulu Brigjen Pol Toga Habinsar Panjaitan di Bengkulu, Selasa (25/5).

Ia mengatakan bahwa barang yang didapat ES berasal dari DB (32) warga asal Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko dan J warga asal Kabupaten Kepahiang yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Lanjut Toga, ES merupakan anggota Polri aktif dan menjabat sebagai Ps. Kanit Shabara Polsek Kerawang Polres Mukomuko dan barang yang didapatkan ES dari Sumatera Barat.

“Kasus tetap kami lanjutkan di BNN Provinsi dan ES akan disidang di Propam Polda Bengkulu dengan sanksi pemecatan sesuai dengan perintah Kapolri,” ujarnya, seperti dilansir Antaranews.com. Toga menyebutkan bahwa ES mengedarkan narkoba jenis sabu dan ganja untuk mencari keuntungan dan materi.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah mengirimkan surat complain kepada kami dan tidak menutup kemungkinan kita akan mengungkapkan kasus-kasus yang lain. Kami juga telah mendapatkan informasi dari masyarakat ada beberapa tempat di daerah Bengkulu yang melibatkan anggota,” terangnya.

Diketahui, ketiga pelaku tersebut disangkakan pasal 114 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) dan pasal 111 ayat (1) jo pasal (132) ayat (1) Undang-undang nomor 5 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman bagi ketiganya paling rendah sekitar 6 tahun penjara dan paling lama 20 tahun.(hbn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here