Beranda Daerah Bengkulu Belum Tetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi di Setwan Lebong Masih Dalam Penyidikan...

Belum Tetapkan Tersangka, Kasus Dugaan Korupsi di Setwan Lebong Masih Dalam Penyidikan Kejari

224
0
BERBAGI

LEBONG, WN – Proses penyidikan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi di Sekretariat DPRD Lebong tahun anggaran 2016 lalu, diketahui hingga kini masih bergulir di tangan Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong.

Pihak Kejari sendiri mengakui masih menjalani serangkaian penyidikan untuk mengungkap siapa aktor di balik perkara dugaan korupsi yang kabarnya merugikan negara sekitar Rp 1,3 miliar tersebut.

Namun, meski sudah hampir 3 minggu statusnya ditingkatkan dari penyelidikan menjadi penyidikan, pihak Kejari belum juga menetapkan satu pun tersangkanya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lebong, Arief Indra Kusuma Adi, SH., M.Hum, melalui Kasi Intel, Imam Hidayat, SH, MH, ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini perkara tersebut masih berproses.

Dia menyampaikan, saat ini pihaknya masih memeriksa beberapa saksi, mulai dari mantan Bendahara Setwan (Sekretariat Dewan) tahun 2016 lalu, mantan Sekwan hingga operator SIMDA (Sistem Informasi Manajemen Daerah).

Bahkan jika diperlukan, lanjut Imam, tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan memanggil kembali mantan unsur pimpinan DPRD tahun 2016 lalu untuk dimintai keterangan.

“Masih berproses, saat ini kami masih menjalani tahapan penyidikan, kami masih memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan,” kata Imam, Selasa (16/3), seperti dilansir Gobengkulu.com. Imam juga mengatakan, selain memanggil ulang beberapa orang saksi, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak BPKP.

“Kami akan koordinasi dengan pihak BPKP untuk mengetahui berapa kerugian negara (KN) yang sebenarnya,” imbuhnya.

Terkait batas waktu penetapan tersangka, Imam belum bisa memastikan, dia tetap mengatakan saat ini masih berproses. Tunggu aja, saat ini masih berproses. Nanti kalau sudah siap kita akan ekpose,” singkatnya.

Sementara untuk lamanya proses penyidikan, Imam menyampaikan, butuh waktu selama 30 hari dan akan diperpanjang lagi 30 hari kemudian.

“Dik (Penyidikan) selama 30 hari dan akan diperpanjang 30 hari, mungkin itulah batasnya,” pungkasnya. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here