Beranda Daerah Bengkulu Berhutang Nyaris Rp 5 M, Kantor PT HKI Terancam Didemo dan Disegel...

Berhutang Nyaris Rp 5 M, Kantor PT HKI Terancam Didemo dan Disegel Pelaku UKM se-Bengkulu

287
0
BERBAGI

BENGKULU TENGAH, WN – Kontraktor mega proyek jalan tol Bengkulu – Lubuklinggau, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) kembali mendapat sorotan dan kecaman publik.

Setelah sebelumnya diprotes akibat menutup akses jalan warga sekitar tol, kali ini perusahaan BUMN itu dikabarkan terlilit hutang dengan para vendor (rekanan – red) yang mensuply proyek pengerjaan tol tersebut. Baik dari penyediaan jasa makanan, pakaian, maupun kendaraan.

Tak tanggung-tanggung, total hutang PT HKI Bengkulu kepada para vendor yang mayoritas adalah para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Bengkulu ini diperkirakan nyaris mencapai angka Rp 5 miliar, yang belum terbayarkan pada Tahun Anggaran (TA) 2020/2021 lalu.

Pihak vendor sendiri mengaku terus menangih kepada pihak HKI Bengkulu, namun hingga kini belum ada kejelasan kapan pembayaran tersebut akan dilakukan. Alhasil, kondisi ini membuat sejumlah vendor terancam gulung tikar karena tak memiliki dana lagi untuk memutar usahanya.

Guna menyikapi hal ini, merekapun berencana akan menggelar aksi demo di kantor PT HKI Bengkulu pada Senin (22/3/2021) mendatang. Bahkan, massa juga mengancam akan menyegel kantor yang berlokasi di Desa Jayakarta, Taba Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah tersebut.

Dari pengakuan salah seorang pemilik vendor, Sumiaty, yang mensuply pakaian kerja untuk karyawan HKI itu, bahwa aksi yang akan mereka lakukan ini semata-mata hanya untuk meminta kejelasan kapan uang mereka akan dibayar. Ia juga mengaku ada sekitar ratusan juta rupiah uangnya yang belum dibayar.

“Kita sudah sering bolak-balik ke HKI menanyakan kapan uang akan dibayar. Namun hanya dijanjikan terus, tanpa ada kepastian,” katanya.

Diakui Sumiaty, dirinya dan beberapa rekan vendor yang lain sudah sangat kesulitan akibat belum dibayarkannya uang mereka oleh PT HKI Bengkulu.

“Bagaimana kita mau bayar gaji karyawan kalau uang kita belum dibayar. Belum lagi buat bayar tagihan dan lain sebagainya. Kalau begini, tidak lama lagi kami akan gulung tikar. Sekarang zaman Covid-19, semua serba susah. Bagaimana pengusaha kecil seperti kami ini mau bisa bertahan,” keluhnya kepada awak media, seperti dilansir dari Bengkulutoday.com.

Hal senada juga diungkapkan oleh Aspen Suandi yang mensuply sewa kendaraan untuk PT HKI. Uangnya juga ada ratusan juta rupiah yang belum terbayarkan oleh perusahaan plat merah tersebut.

“Kami minta pihak HKI untuk segera memberi kepastian pembayaran. Karena kami sudah sangat kesulitan saat ini,” ujarnya. Aspen juga meminta agar pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk dapat membantu agar masalah ini bisa segera diselesaikan.

“Kami mohon kepada Presiden Jokowi, Menteri BUMN dan Gubernur Bengkulu untuk bisa membantu kami atas masalah ini. Kami ini hanya orang kecil yang sedang mengalami kesusahan. Tolong jangan tambah lagi penderitaan kami,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here