Beranda Daerah Bengkulu Bersikeras Bantah Terlibat, Mufran Imron Resmi Dilimpahkan ke Kejati

Bersikeras Bantah Terlibat, Mufran Imron Resmi Dilimpahkan ke Kejati

96
0
BERBAGI
Mufron Imron (baju orange) dalam pengawalan petugas

BENGKULU, WN – Polda Bengkulu melalui Direskrimsus, Kamis (9/9) siang akhirnya resmi melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkulu tahun anggaran 2020 senilai Rp 15 miliar atas nama Mufran Imron.

Mantan Ketua Umum (Ketum) KONI Provinsi Bengkulu tersebut kini resmi menjadi tahanan Kejati Bengkulu, namun dititipkan di sel Mapolda Bengkulu guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut sebelum berkasnya dilimpahkan ke meja hijau.

Hal ini dibenarkan Dir Reskrimsus Polda Bengkulu Kombes Pol Aris Andhi, S.IK, MH. Ia mengungkapkan, meskipun telah dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum, namun tersangka Mufran akan tetap ditahan di Mapolda Bengkulu.

Ditambahkan Aries, setelah menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada JPU, pihaknya masih akan  mengembangkan perkara dugaan korupsi di KONI tersebut untuk melihat pihak-pihak lain yang terlibat.

Mufron Tetap Bantah Terlibat

Sementara itu, hingga saat ini Mufran Imron yang ditetapkan sebagai tersangka masih membantah terlibat dalam kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkulu tahun 2020, yang merugikan negara hingga belasan miliar rupiah tersebut.

Saat digiring petugas untuk proses serah terima berkas dan tersangka, Mufron sempat memberi beberapa pernyataan kepada sejumlah wartawan yang memantau. Antara lain, soal nilai kerugian negara yang berdasarkan perhitungan BPKP Provinsi Bengkulu lebih dari Rp 11 miliar. Menurut Mufron, hal itu tidak benar. Bahkan ia menuding angka itu hanya dibuat-buat oleh wartawan.

Nada suara Mufran bahkan sempat meninggi sebelum petugas membatasi percakapan antara Mufran dengan para wartawan. “Tidak mungkin Rp 15 milyar saya sendiri,” ujar Mufran.

Mufran juga menolak menanggapi beberapa pertanyaan terkait kasus yang membelitnya. Ia hanya menegaskan perkara ini akan terang di proses pengadilan nanti. “Pengadilan nanti yang bicara. Jangan kalian yang menentukan,” kata Mufran.

Diketahui, dalam perkara ini penyidik sudah menetapkan dua tersangka. Selain Mufran adalah Hirwan Fuad, bendahara KONI Bengkulu di masa kepemimpinan Mufran. Hirwan diduga mengetahui aliran keluar masuk dana. Ini berdasarkan hasil keterangan saksi-saksi termasuk keterangan Mufran Imron sendiri kepada penyidik.

Sejumlah pihak yang sudah diperiksa atau dimintai keterangan dalam kasus ini diantaranya adalah Sekretaris Daerah Pemprov Bengkulu dan sejumlah asisten, kepala Inspektorat Daerah Heru Susanto, Kepala BPKAD Noni Yulesti dan para pengurus induk cabang olahraga.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here