Beranda Daerah Bengkulu Deputi 1 KSP RI ‘Turun Gunung’, Warga Beberkan Persoalan di Mukomuko 18...

Deputi 1 KSP RI ‘Turun Gunung’, Warga Beberkan Persoalan di Mukomuko 18 Tahun Terakhir

155
0
BERBAGI

MUKOMUKO, WN – Sejumlah warga di Teramang Jaya, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengungkapkan keluhannya saat dikunjungi Deputi I Kepala Staf Presidenan (KSP) RI, Febry Calvin Tetelepta, Kamis (1/7/2021) lalu.

Didampingi Bupati dan rombongan saat meninjau lokasi tepi pantai Rajawali, salah seorang tokoh masyarakat Zul Fahni menyampaikan, setiap tahun pada musim angin selatan terjadi pendangkalan (sedimentasi) di alur muara sungai yang mengakibatkan kapal masyarakat susah keluar masuk muara.

Selain itu lanjut Zul, akibat belum tersedianya pabrik es batu di Mukomuko membuat para nelayan di Teramang Jaya kesulitan untuk mendapatkan es batu yang dibutuhkan untuk menyegarkan ikan hasil tangkapan mereka.

“Sementara jumlah kapal nelayan di desa Pasar Bantal, kecamatan Teramang Jaya lebih kurang 400 unit dengan ukuran 3 GT (Gross tone). Sangat membutuhkan es batu minimal 300 batang per hari. Jadi untuk mendapatkan es batu masyarakat harus menempuh jarak sekitar 250 kilometer, karena masyarakat beli batu es itu dari Air Haji, Kabupaten Painan, Sumatra Barat. Itulah kendala yang rutin terjadi setiap tahun pak,” papar Zul Fahni.

Mantan anggota DPRD Mukomuko ini juga menyampaikan, masyarakat sangat mengharapakan adanya pembangunan Break Water (pemecah Gelombang) atau jeti, di pantai tersebut supaya pada saat musim angin selatan tiba, tidak terjadi sedimentasi atau pendangkalan di alur muara sungai.

Pemaparan tersebut, dipertegas kembali oleh Bupati Mukomuko, H. Sapuan bahwa pembangunan Break Water sangat dibutuhkan oleh masyarakat Pasar Bantal, Kecamatan Teramang Jaya.

“Inilah nyatanya yang dialami masyarakat Teramang Jaya, selama 18 tahun sudah Kabupaten Mukomuko berdiri, namun kebutuhan es batu untuk menyegarkan hasil tangkapannya saja, masyarakat nelayan harus menempuh jarak 250 km,” jelas Sapuan.

Menanggapi hal tersebut, Deputi 1 KSP RI, Febry Calvin Tetelepta menyampaikan bahwa pihaknya telah kontak dengan KKP, ke depan pelabuhan di Teramang Jaya akan dibangun.

Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi karena itu sudah menjadi hak Provinsi, sehingga perencanaannya juga proses pembangunannya ke depan harus dari provinsi.

Yang kedua, lanjut Deputi 1 KSP RI, menyangkut energi listrik. Menurutnya ini akan dibicarakan lagi bagaimana supaya investor masuk untuk membangun energi listrik minimal 10 Mega Watt.

“Bahan bakunya cukup banyak, Energi Baru Terbarukan (EBT) karena cangkang kelapa sawit cukup banyak kita pastikan tidak terbuang,” tuturnya.

Febry juga menyampaikan, sejak tiba di Mukomuko sudah melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi.

“Sejak kemarin, kita sudah melihat bandara, pelabuhan untuk kelapa sawit, jalan masuk ke perkebunan kelapa sawit dan ke pabrik kelapa sawit. Kita sudah tahu bahwa yang menjadi utama dari Kabupaten Mukomuko adalah CPO, jadi infrastrukturnya dulu yang perlu kita kembangkan,” pungkas Febri.(hbn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here