Beranda Daerah Bengkulu Di Bengkulu Utara, Ambulance ‘Tak Boleh’ Tolong Korban Kecelakaan

Di Bengkulu Utara, Ambulance ‘Tak Boleh’ Tolong Korban Kecelakaan

63
0
BERBAGI
Ilustrasi Ambulance

Warga : Minta Tolong Antar ke Rumah Sakit ‘Diminta’ Rp 300 Ribu

BENGKULU UTARA, WN – Kejadian ‘memilukan’ terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) beberapa waktu lalu. Pasalnya, sebuah mobil ambulance milik pemerintah daerah yang seyogyanya dipergunakan untuk kepentingan umum masyarakat ternyata ‘tidak boleh’ digunakan untuk mengangkut korban kecelakaan yang terjadi di sekitar area parkir mobil tersebut.

Berawal dari sebuah insiden kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Desa Marga Sakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Selasa 7 November 2021 lalu sekitar pukul 08.13 WIB. ‘Adu kambing’ antara 2 unit kendaraan bermotor ini mengakibatkan dua korban terkapar di jalur lintas Kabupaten ini. Peristiwa nahas ini terjadi

Namun warga akhirnya kesal, lantaran tak diizinkan meminjam mobil ambulance yang terparkir di salah satu kediaman petugas kesehatan, guna segera melarikan dua korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Padahal, hanya berjarak tak kurang dari 40 meter dari lokasi kejadian.

“Benar, kami yang membantu membawa korban untuk mendapatkan penanganan medis. Memakai mobil salah satu warga, milik pak Hambali, kami sempat meminjam ambulance tak jauh dari lokasi kejadian namun tidak diberikan, dengan alasan tidak boleh dipakai kecuali sopir,” kata Wawan warga setempat.

Wawan mengatakan, tak hanya kali ini saja, hal serupa terjadi beberapa kali di jalur lintas tepat didepan kediamannya. Sebelumnya, peristiwa lakalantas merenggut nyawa warga Kecamatan Giri Mulya. Keluarga korban harus meminjam ambulance milik Puskesmas Giri Mulya untuk menjemput jenazah dari lokasi kejadian, padahal antara jenazah dan medis plat merah dari kediaman petugas medis hanya berjarak 25 meter.

“Kita bicara kemanusiaan, apakah memang ambulance itu hanya boleh dipakai petugas tertentu saja, kami tidak tahu aturan itu. Yang kami tahu hanya rasa kemanusiaan. Menyelamatkan korban, sudah berulang kali ini terjadi,” imbuhnya.

Kondisi ini dibenarkan oleh warga lainnya yang acapkali membantu korban laka lantas di wilayah daerah tempat tinggalnya. “Sudah berulang kali, seperti tidak ada rasa kemanusiaannya. Saya sempat berhentikan mobil truk yang melintas, padahal kecelakaan tepat dikediaman petugas medis ini. Dan ambulance terparkir depan rumahnya” cetus Marhen, warga setempat.

Mewakili masyarakat sekitar tempat tinggalnya, Marhen berharap, agar petugas medis memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Memiliki rasa kemanusiaan selaras tugas yang diembannya.

“Masyarakat sudah geram, persoalan bukan ini saja, kemarin ada warga minta tolong antar ke rumah sakit diminta uang Rp 300 ribu. Kalo masalah kecelakaan dan mobil ambulance tak boleh digunakan itu sering terjadi, bukan sekali ini saja,” imbuh Marhen.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu Utara Samsul Maarif mengungkapkan, pihaknya telah meminta klarifikasi terkait peristiwa kecelakaan serta kabar tak sedap di instansi yang dirinya pimpin.

“Kami telah mendengar kabar itu, menurut keterangan Kepala Puskesmas kami, ambulance dari yang akan digunakan telah sampai ke lokasi tiga menit usai diminta warga. Namun korban telah dievakuasi warga,” terang Samsul Ma’arif.

Dirinya menjelaskan, secara aturan merujuk pasien menggunakan mobil ambulance harus didampingi petugas medis. Namun jika bersifat emergency semua mobil dapat digunakan untuk membantu masyarakat. Dan emergency ini dan dapat dibuktikan saat peristiwa berlangsung.

Pihaknya menyesalkan terkait insiden yang telah terjadi berulang kali ini, dan berjanji akan melakukan pembinaan terkait petugas bawahannya yang dinilai kurang berpihak pada kepentingan masyarakat.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here