Beranda Daerah Bengkulu Diduga Berselingkuh, Oknum Perangkat Desa di BU Disebut-Sebut Bayar Denda Rp 20...

Diduga Berselingkuh, Oknum Perangkat Desa di BU Disebut-Sebut Bayar Denda Rp 20 Juta dan Cuci Kampung

180
0
BERBAGI
Ilustrasi selingkuh.(doc/net)

BENGKULU UTARA, WN – Kabar tak sedap kembali datang dari Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Salah seorang oknum Perangkat Desa Genting Perangkap, Kecamatan Air Besi berinisial AM, disinyalir terlibat perselingkuhan dengan seorang wanita yang tinggal satu kecamatan yang sama dengan AM.

Dari info yang didapat media ini, kedua belah pihak diketahui telah melakukan perdamaian. Disebut-sebut, AM dikenakan denda uang sebesar Rp 20 juta, serta diharuskan untuk melaksanakan cuci kampung. Akan tetapi, belum diperoleh data pasti terkait perdamaian itu dilaksanakan dimana.

Salah seorang warga Genting Perangkap yang enggan disebutkan namanya, saat ditanya tentang kejadian ini mengatakan, kalau informasi tentang perselingkuhan itu pernah ia dengar, namun kejelasan kejadiannya tidak diketahuinya dan mengaku kalau AM adalah oknum Perangkat di Desa Genting Perangkap.

”Pernah dengar, tapi tidak tahu pasti. Kabarnya didenda Rp 20 juta dan diharuskan cuci kampung. Tidak tahu kejadian dan masalahnya apa. Infonya cuci kampung dilaksanakan di Dusun Curup,” kata sumber.

Ihwal adanya informasi cuci kampung di dusun Curup, awak media meminta keterangan dari Kades Dusun curup, Darmodi via whatsApp miliknya beberapa waktu lalu. Kades mengatakan, kalau dia saat itu masih dalam rapat dengan ketua adat dan belum melaksanakan cuci kampung.

“Malam ini kami masih musyawarah dengan ketua adat, belum melaksanakan cuci kampung pak,” kata Darmodi.

Disinggung apakah ini menyangkut oknum perangkat desa Genting Perangkap yang diduga terlibat kasus perselingkuhan yang dimaksud ? kades menolak untuk menjelaskan dan ia mengatakan, pihaknya masih membahas tentang sanksi – sanksi adat desa.

“Kami masih membahas sanksi-sanksi adat di desa pak, bisa jadi nanti akan membahas ke isu-isu pelanggaran adat oknum tersebut, Karena kami masih musyawarah pak,” kata kades, Selasa (25/5/2021) lalu.

Untuk mengetahui atau meminta kepastian hasil musyawarah yang diambil pihak desa dan tokoh adat Desa Dusun Curup, awak media kembali meminta konfirmasi dari Darmodi, Selasa (1/6/21) kemarin.

Kades Dusun Curup mengatakan kalau AM sudah diberi sanksi adat cuci kampung. Namun tidak menerangkan Denda yang dibayar oknum perangkat tersebut. “Ya pak, oknum perangkat desa tersebut sudah kita beri sanksi adat pak, cuci kampung.” jawab Kades singkat.

Terpisah, Kepala desa Genting Perangkap, Dedi Hermanto, ketika dihubungi juga via akun whatsApp untuk meminta keterangan tentang hal ini mengatakan, ia tidak membantah kalau inisial AM adalah warga dan salah seorang perangkatnya, namun ia tidak bisa memastikan apakah yang bersangkutan melakukan perbuatan itu atau tidak.

Menurut Dedi, yang bersangkutan tidak memberitahu dirinya dan tidak menyampaikan ke pihak desa akan kejadian ini serta tidak pernah minta untuk diselesaikan. Dedi juga mengatakan, informasi cuci kampung yang ditanya awak media kepadanya yang dilaksanakan di Dusun Curup, dia mengaku belum mengetahuinya.

”Kalau AM memang warga dan perangkat desa saya. Namun masalah yang dilakukannya saya tidak tahu. Karena yang bersangkutan tidak pernah meminta penyelesaian dan pendapat dari desa. Kalau masalah cuci kampung yang dilaksanakan di Dusun Curup, saya tidak mengetahui, tidak ada informasi dari kades Dusun Curup kepada saya,” kata Dedi.

Sementara itu, Kapolsek Air Besi, Iptu Aljum Fitri, SH, MT, ketika dimintai tanggapannya tentang kasus peselingkuhan yang terjadi di Kecamatan Air Besi mengatakan, pihaknya mengaku prihatin, dan menilai kurangnya pengawasan dan masih kurangnya pemahaman tentang agama, serta perlu dilakukan tindakan tegas.

”Kita cukup prihatin minimnya moral yang dilakukan oleh oknum perangkat desa tersebut karena kurangnya pengawasan serta masih kurangnya pemahaman tentang agama, dan ini bakal ada tindakan tegas yang akan kita lakukan,” tegas Kapolsek, dilansir Berandapublik.com.

Diketahui, hingga saat ini awak media sudah berusaha mencari kontak telepon pihak lawan AM, meminta keterangan akan kejadian ini. Namun hingga berita ini dimuat belum juga berhasil diperoleh.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here