Beranda Daerah Bengkulu Diduga, Dana Pengadaan Bibit Lele Desa Keban Jati Dimark-Up

Diduga, Dana Pengadaan Bibit Lele Desa Keban Jati Dimark-Up

26
0
BERBAGI

BENGKULU SELATAN, WN – Pemerintah terus berupaya agar kiranya ekonomi masyarakat dapat secepat mungkin dipulihkan dan menjadi program Pemerintah pasca covid-19 melanda.

Pemerintah pun tidak tanggung-tanggung mengucurkan dana untuk mewujudkan program tersebut hingga ke tingkat yang paling bawah, salah satunya melalui dana Desa. Terkhusus tahun ini dana Desa sudah diamanatkan agar dianggarkan sebesar 20% untuk ketahanan pangan, hal inilah yang akan dimanfaatkan Pemerintah Desa sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan ekonomi masyarakat.

Namun lain halnya dengan apa yang terjadi pada Pemdes Keban Jati Kecamatan Ulu Manna Kabupaten Bengkulu Selatan, yang mana Pemdes ini diduga tidak mendukung program Pemerintah pusat. Pasalnya pada penerapan dana Desa bidang ketahanan pangan Pemdes ini melaksanakan pembagian bibit ikan lele terhadap warga beserta pakan yang disinyalir harganya di mark-up.

Dugaan mark-up yang dilakukan Pemdes Keban jati terlihat jelas dari bentuk bibit yang sudah diadakan jauh dari harga yang sebenarnya di lapangan.

Kepala Desa Keban Jati Ahmad Narjoni saat dikonfirmasi di ruang kerjanya membenarkan adanya pengadaan bibit lele yang dibagikan terhadap 276 rumah tangga, setiap rumah diberikan sebanyak 500 ekor bibit. “ya benar kami mengadakan 500 ekor bibit lele yang kami bagikan untuk 276 rumah, yang mana per ekornya kami beli Rp.500/ekor demikian juga pakannya kami sudah siapkan sebanyak 1,5 ton yang akan dibagikan secara bertahap” terang Ahmad.

Sementara itu salah satu warga yang namanya enggan disebutkan menjelaskan dengan media ini bahwa harga pengadaan bibit ikan lele terlalu tinggi “memang kami sudah menerima bibitnya tapi kami merasa harga bibit yang kami terima terlalu tinggi sebab kita sudah biasa beli bibit lele, begitu juga dipasaran kami rasa tidak setinggi itu” jelas sumber.

Ketua LSM Kibar Kabupaten Bengkulu Selatan Hotma menegaskan “Pemdes Keban Jati jangan bermain main dengan anggaran dana Desa, harga itu tidak masuk akal kita bisa buktikan nanti saya juga sudah ada nota pembelian ditempat yang sama harganya jauh dari apa yang dinyatakan Kades Keban Jati sebesar Rp.500/ekornya” tegas Hotma.

“Kita akan terus telusuri lagi sampai kepengadaan pakannya nanti, yang jelas pada pembelian bibitnya diduga kuat terjadi mark-up. Pihak-pihak terkait mestinya denga adanya inpormasi ini dapat dengan serius mengawal penggunaan dana Desa di Desa Keban Jati sebab pada penggunaannya disinyalir berpotensi timbulkan keuangan Negara yang dapat berakibat merugikan Masyarakat khususnya Masyarakat Keban Jati” tutup Hotma.

Dengan adanya berita ini diterbitkan konfirmasi dengan pihak berkompeten lainnya sedang diupayakan. (Dpi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here