Beranda Daerah Bengkulu Oknum Kades di Kaur Diduga Fiktifkan Data Penerima BLT, Warga Siap Lapor...

Oknum Kades di Kaur Diduga Fiktifkan Data Penerima BLT, Warga Siap Lapor ke Kejari

1388
0
BERBAGI
Salah satu bukti Kwitansi 'fiktif' pencairan BLT (doc/WN)

Tandatangan Ketua BPD Disinyalir Juga Turut Dipalsukan  

KAUR, WN – Dinilai menyalahgunakan wewenang, oknum Kepala Desa Tanjung Aur berinisial SU bakal dilaporkan warganya ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur. Rencana dan alasan pelaporan ini diungkapkan Sekretaris BPD Desa Tanjung Aur, Ali Imron kepada awak media wajahnusantara.com, Jumat (18/6/2021) kemarin.

Menurut Ali, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur saat ini sedang membangun sarana infrastruktur yang bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2020, serta baru selesai menyalurkan bantuan tunai DD kepada masyarakat yang terdampak Covid 19.

Dedi dan Ali Imron (kiri-tengah) akan melaporkan Kades ke Kejari Kaur

Namun ironisnya, Pemdes Tanjung Aur (Kades, red) malah seolah tidak seiring sejalan dengan Badan Permusawaratan Desa (BPD). Salah satu contohnya seperti cap BPD Desa Tanjung Aur. Sejak berdirinya Lembaga Pemerintahan Desa yang disebut BPD, cap tidak diserahkan kepada BPD melainkan disimpan oleh Kades.

Ditambahkan Ali, dirinya sudah berusaha bertanya dan mencari cap BPD tersebut tapi hasilnya nihil. Dari keterangan Kades, cap BPD menurutnya disimpan oleh Sekretaris Desa, namun sebaliknya dari keterangan Sekretaris Desa, cap BPD malah  disebut disimpan Kades.

“Mirisnya, pada saat serah terima laporan hasil pekerjaan DD tahun 2020, tanda tangan ketua BPD terindikasi dipalsukan,” ujar Ali Imron.

Hal ini menurut Ali diperparah lagi dengan persoalan nama penerima bantuan langsung tunai (BLT). Warga desa Tanjung Aur yang sudah 5 tahun pindah ke Lampung yaitu, Samdani dan Guntarman tercatat dan menandatangani kwitansi serah terima BLT, padahal nyatanya mereka berdua tidak pernah menandatangani kwitansi, apalagi mendapatkan bantuan tersebut.

Senada, warga Tanjung Aur lainnya Dedi Suryadi juga menambahkan bahwa ditemukan nama warga yang sudah meninggal dunia ternyata masih terdaftar sebagai penerima BLT DD tahun 2020, selama 3 bulan sebesar Rp 600 ribu per bulan dan tiga bulan berikutnya sebesar Rp 300 ribu per bulan per KK.

Dedi mengungkapkan, banyak sekali nama penerima BLT DD tahun 2020 yang tidak mendapat bantuan tetapi mereka seakan – akan menerima bantuan, lucunya di kwitansi ada tanda tangan mereka di atas materai 6000, padahal yang bersangkutan sudah lama meninggal dunia.

“Nama warga desa Tanjung Aur yang sudah meninggal dunia dan tercatat sebagai penerima BLT DD, serta menandatangani di atas materai 6000 ini, diperkuat dengan data yang kami peroleh berupa kwitansi tanda terima diantaranya alm.Mashuri, alm.Salimin, alm.Baharidi, dan almh.Kartini. Kami juga sudah berkoordinasi dengan ahli waris anak kandung mereka, dengan tegas mengatakan tidak pernah menerima dan menandatangani kwitansi,” tutup Dedi.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here