Beranda Daerah Bengkulu Diduga Pengadaan Bibit Lele Desa Ganjuh Mark-Up Harga dan Jumlah Bibit

Diduga Pengadaan Bibit Lele Desa Ganjuh Mark-Up Harga dan Jumlah Bibit

61
0
BERBAGI

BENGKULU SELATAN, WN – Pemerintah pusat melalui pemerintah desa yang didanai oleh dana desa memprogramkan agar percepatan pemulihan ekonomi ditengah masyarakat cepat teratasi, hal ini nampak dari alokasi 20% dana desa untuk ketahanan pangan.

Hal inilah yang mestinya menjadi perhatian pemerintah desa agar dapat dengan serius memprogramkan kegiatan 20% dengan sebaik mungkin, agar hasilnya nanti benar benar bermanfaat bagi warga dan dapat mendongkrak kembali ekonomi masyarakat.

Pemerintah Desa Ganjuh kecamatan pino anggarkan dana 20% ketahanan pangan untuk pembelian bibit ikan lele (budidaya ikan lele) yang disinyalir mark-up harga serta jumlah bibit yang dibagikan terhadap masyarakat.

Saat dikonfirmasi TPK kegiatan 20% ketahanan pangan desa ganjuh Ago menyatakan bahwa bibit yang dibagikan terhadap masyarakat sebanyak 600 ekor setiap kelompok yang mana kelompok yang terbentuk sebanyak 65 kelompok. Sedangkan harga per ekornya menurut Ago dibeli seharga 500/ekor yang dibeli didaerah pagar alam.

Sementara itu beberapa masyarakat yang juga dikonfirmasi media ini secara terpisah yang mana namanya enggan disebutkan dalam pemberitaan menjelaskan dengan media ini “kami bingung dengan apa yang kami terima, karena setau kami sesuai musyawarah bahwa kami akan menerima 600 ekor bibit sesuai dengan pernyataan TPK, namun realisasinya cuman 300 ekor dan ada juga yang 317 ekor dan 370 ekor” tutur Warga.

Menyikapi hal ini Ketua LSM Kibar Kabupaten Bengkulu Selatan Hotma angkat bicara “pihak terkait dengan adanya temuan media yang sudah resmi diangkat sebagai berita hendaknya dapat melakukan pemeriksaan di desa ganjuh, sebab penerapan 20% ketahanan pangan di desa tersebut berpotensi rugikan keuangan negara yang berimbas dengan masyarakat setempat” tutur Hotma.

Hotma juga menjelaskan terkait harga satuan yang ditentukan oleh Pemdes Ganjuh diduga keras mark-up harga, disamping itu pernyataan TPK yang menyatakan 600 ekor per kelompok berbanding terbalik dengan pernyataan warga yang menyatakan 300 ekor” tambah Hotma.

Dalam aturan penerapan dana desa sudah jelas disana menyarankan agar memanfaatkan prodak sekitar selagi ada dengan kwalitas yang sama, sementara pemdes ganjuh menuai tanda tanya besar dengan belanja bibit ikan lele hingga ke pagar alam sementara didaerah Kabupaten Bengkulu Selatan masih sangat banyak. Disamping itu pembelian diluar daerah menimbulkan tanda tanya besar dengan harga satuan jauh lebih tinggi dengan harga yang ada diperjual belikan didaerah Kabupaten Bengkulu Selatan sendiri, tutup Hotma.

Dengan adanya berita ini diterbitkan kiranya pihak berkompeten dapat dengan serius lakukan pemeriksaan terhadap pemdes ganjuh, jangan sampai oleh karena kepentingan-kepentingan pihak timbulkan kerugian negara yang berdampak dengan masyarakat setempat. (EP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here