Beranda Daerah Bengkulu Diinterogasi 6 Jam, Eks Ketua KONI Akui ‘Pakai” Dana Hibah Untuk Bisnis...

Diinterogasi 6 Jam, Eks Ketua KONI Akui ‘Pakai” Dana Hibah Untuk Bisnis Pribadi

227
0
BERBAGI

Kuasa Hukum Imron : Kok Bisa Sampai Rp 11 M ?

BENGKULU, WN – Proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Bengkulu senilai Rp 11 milyar oleh Polda Bengkulu, Selasa(11/5), berlanjut dengan pemeriksaan terhadap Mufron Imron sebagai tersangka.

Mantan ketua umum KONI itu diperiksa sekitar 6 jam atau sejak pagi mulai pukul 10.00 dan berakhir sekitar pukul 16.30 WIB.

Penasehat Hukum Mufron Imron, Hanafi Pranawijaya dilansir RRI, menyatakan kliennya diminta keterangan terkait penggunaan atau aliran dana hibah yang sudah dicairkan. Ada belasan pertanyaan yang diajukan terkait proses pencairan sampai realisasinya.

Menurut Hanafi, sejumlah pertanyaan ada yang memang bisa dijawab. Namun sejumlah pertanyaan lain belum terjawab.

“Ada yang masih ingat ada juga yang dia lupa. Soal pencairan dana ini kan panjang. Jadi tidak semua dia ingat,” kata Hanafi.

Kepada penyidik, kata Hanafi, Mufron mengakui ada dana yang dipakai untuk urusan pribadi. Di antaranya untuk keperluan pengurusan proyek.

Tapi yang bikin pak Mufron bingung adalah jumlah kerugian negara yang angkanya sampai Rp 11 milyar. Beliau tidak ambil uang sebanyak itu. Makanya dia perlu waktu untuk mengingat-ingat dulu. Yang pasti tidak sebesar itu lah,” kata Hanafi.

Dikatakan Hanafi, Mufron sendiri belum sampai kepada soal apakah dana hibah itu juga dinikmati oknum yang lain. Penyidik, kata Hanafi, juga belum sedetail itu mempertanyakannya.

“Kalau nanti pendalaman mungkin akan tergambar lah nanti, ” ujarnya.

Di sisi lain Hanafi menyebut kondisi Mufron sudah tidak fit seperti biasanya. Ada riwayat penyakit yang kembali kambuh. Namun Mufron tetap bersikap kooperatif.

Hanafi juga mengakui saat pemeriksaan tadi anak dan istri Mufron sempat datang menjenguk.

“Iya. Mereka kan sudah lama juga tidak bersama. Jadi mereka datang untuk memastikan bagaimana kabar pak Mufron,” kata Hanafi.

Hanafi menandaskan upaya penangguhan terhadap penahanan Mufron juga dimohonkan kepada penyidik karena memang adalah hak tersangka yang diatur undang-undang.

Sementara itu, Direktur Direskrimsus Polda Bengkulu Kombes Dolifar Manurung mengatakan pemeriksaan terhadap tersangka MI akan digeber agar bisa dilanjutkan ke tahap I pemberkasan.

Menurut Dolifar, secara umum proses pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pihak terkait sudah selesai. Pihaknya tinggal menggali keterangan dari tersangka terkait perkara yang disangkakan saja.

Target kita secepatnya bisa tahap I naik ke Kejaksaan. Kemudian bisa dilimpahkan pada minggu ketiga atau ke empat bulan Mei ini,” katanya.

Meski akan digeber, Dolifar menegaskan kasus korupsi KONI ini tidak lebih istimewa atau menjadi skala prioritas. “Sama saja dengan yang lain,” imbuhnya.

Terkait penangguhan penahanan, Dolifar menyatakan belum mempelajari surat permohonan yang disampaikan tersangka melalui kuasa hukumnya.

“Kita pertimbangkan. Tapi saya belum baca suratnya. Saya baru tahu ada permintaan itu,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here