Beranda Daerah Bengkulu Disebut Perusak Alam Bentang Sebelat, Warga Pekal Tolak Keberadaan PT Inmas Abadi...

Disebut Perusak Alam Bentang Sebelat, Warga Pekal Tolak Keberadaan PT Inmas Abadi dan PT Api

73
0
BERBAGI

BENGKULU UTARA, WN – Sejumlah warga yang tergabung dalam koalisi Penyelamatan Alam Bentang Sebelat menyebut bahwa aktivitas perusahaan tambang batu bara PT Inmas abadi dan PT Api yang melakukan pengambilan kayu, menjadi penyebab kerusakan alam di Kawasan Wisata Alam Hutan PLG Sebelat.

Koalisi Ormas Masyarakat Pekal

Ketua Gerakan Reformasi Anak Pekal (GERAP) Ibnu Majah mengatakan, dalam kegiatan ‘Kemah Selamatkan Bentang Alam Sebelat’ yang berlangsung pada 5 – 7 November 2021 lalu di Kawasan Wisata Alam Hutan PLG Sebelat, sekitar 150 orang anggota koalisi tersebut menegaskan menentang berbagai kerusakan Alam Bentang Sebelat oleh oknum pemodal tersebut.

Menurutnya, pihaknya dari unsur organisasi masyarakat (Ormas) Pekal yaitu Ormas Ikatan Keluarga Masyarakat Pekal (IKMP), Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Reformasi Anak Pekal (GERAP), Persatuan Pemuda Pekal Indoneisa (PERPI), Agas Ulok Kupai dan generasi muda Peduli Bentang Alam Sebelat, ikut serta dan ikut andil dalam perkemahan Selamatkan Bentang Alam Sebelat tersebut.

“Kami turun langsung ikut serta dengan rekan-rekan lainnya sekitar 47 aktivis, mulai dari Mapala perguruan tinggi, siswa SMA dan SMK, aktivis peduli hutan dan lingkungan, aktivis Kanopi serta aktivis lainnya. Dalam acara kemah tersebut kami langsung jelajah alam hutan PLG, saat ini hutan tersebut menyimpan berbagai pesona keindahan, hutan masih asri dan lebat flora dan fauna sangat terjaga, bahkan juga gajahnya sangat bersahabatan dengan kami saat susur hutan, maka dengan melihat keadaan tersebut kami dari masyarakat Pekal sangat mendukung kegiatan teman-teman kami ini, bahwa kami merasa hutan PLG sangat bermanfaat, apalagi jika hujan hutan ini bisa untuk resapan air. Tidak terbayangkan jika hutan ini rusak diporak-porandakan oleh alat-alat pengambil batu bara,” ujar Majah.

Ia juga menambahkan, berbagai organisasi masyarakat Pekal sangat menolak keberdaan PT Inmas Abadi, dan mendesak Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) agar tidak mengeluarkan AMDAL-nya serta Menteri ESDM untuk tidak mengeluarkan izin tambang untuk operasinya.

“Jika nantinya tetap ngotot, kami akan jadi yang terdepan untuk menolak perusak hutan PLG tersebut, batu bara manfaatnya untuk orang-orang tertentu saja, tidak semua masyarakat menikmati. Namun jika hutan asri dan jadi tempat resapan sungai Sebelat, maka semua masyarakat wilayah koridor Sebelat bisa menikmati apalagi PLG Sebelat jadi wisata Alam yang terkenal di dunia,” ujarnya.

Lebih jauh Majah juga mengatakan, pihaknya mendesak Gubernur Bengkulu, Bupati Bengkulu Utara, Kementrian LHK untuk meninjau ulang izin PT Api yang saat ini sudah beroperasi di seberang Sungai Sebelat, masuk dalam wilayah Bentang Alam PLG Sebelat.

Hal ini karena PT Api yang bergerak dalam pengambilan kayu tersebut juga merusak ekosistem yang ada di wilayah penebangan hutan tersebut, apalagi hutan tersebut dalam wilayah Koridor TNKS dan TWA PLG Sebelat, dalam hal ini kami mendesak Menteri LHK untuk mencabut izin PT Api yang wilayahnya berada sejajar dengan Hutan PLG Sebelat tersebut.

“Kami sebagai pemilik wilayah Pekal tetap terus berkomitmen wilayah Hutan Wisata Alam PLG Sebelat tetap lestari dan indah seperti saat ini, dan juga saya menghimbau pemerintahan desa di sekitar Bentang Alam Sebelat Suka Baru dan Suka Maju jangan mudah merekomendasi keberdaan PT Inmas Abadi tersebut, karena jika asal rekomendasi saja nanti akibatnya fatal bagi generasi muda Pekal, pemerintah desa yang punya wilayah harus berkomitmen sama-sama menjaga hutan tersebut. Jika ada iming-iming dari pihak perusahaan, tolak saja gak ada manfaatnya bagi masyarakat dalam hal tambang tersebut, kami generasi muda Pekal akan terus mengawal bahkan jiwa dan raga kami siap jadi taruhannya,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan pengurus PERPI, Gawardi, SH. “Kami berkomiten untuk menjaga hutan PLG Sebelat, karena Hutan Wisata Alam PLG Sebelat sungguh luar biasa menyimpan pesona wisata alam, apalagi setelah kami susur hutan, hutan PLG sebelat sangat cocok untuk berwisata baik lokal maupun nasional, kami sebagai pemuda Pekal terus bertahan untuk PLG ini, sebab PLG saat ini juga salah satu ikon wisata alam yang baik dan menarik bagi wisatawan lokal maupun wisatawan asing, Hutan PLG Sebelat harus jadi rumah terakhir bagi gajah yang ada saat ini,” tutupnya.(wk/hrs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here