Beranda Daerah Bengkulu Disinyalir Terlibat Kasus Korupsi, Kadispendik Seluma Resmi Diberhentikan

Disinyalir Terlibat Kasus Korupsi, Kadispendik Seluma Resmi Diberhentikan

335
0
BERBAGI
Bupati Seluma, Erwin Octavian

SELUMA, WN – Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Seluma Emzaili, S.Pd, M.Pd, akhirnya resmi mengundurkan diri secara tertulis (pensiun dini, red) dari Aparatur Sipil Negera (ASN).

Hal ini setelah beberapa waktu lalu dirinya diperiksa pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi non-fisik dalam pengadaan laptop, printer dan alat protokol kesehatan Covid-19 tahun anggaran 2020 sebesar Rp 6 miliar untuk tingkat SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Seluma Emzaili

Tak hanya Emzaili Hambali, Kepala Bidang (Kabid) Dispendik SD, Juliardi dikabarkan juga merencanakan akan pensiun dini dari ASN setelah pihak Kejati turut memeriksanya terkait dugaan mark up (penggelembungan) harga pembelian barang tersebut.

Bupati Seluma : Kadispendik Resmi Diberhentikan

Kabar ini kemudian dipertegas oleh Bupati Seluma Erwin Octavian, yang menyebutkan bahwa Kadispendik Emzaili Hambali telah resmi mengundurkan diri secara tertulis dari jabatannya dan suratnya sudah diterima.

“Kadispendik sudah resmi mengundurkan diri, bahkan surat penguduran dirinya sudah kami terima,” ungkap Bupati Seluma Erwin Octavian, Kamis (05/08/2021).

Merespon hal ini, Bupati akhirnya mengeluarkan surat Perintah Pelaksana Tugas nomor:820/1223/BKPSDM.III/VIII/2021, bahwa berdasarkan surat keputusan Bupati tanggal 4 Agustus 2021 tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Seluma Emzaili, S.Pd, M.Pd, resmi diberhentikan.

Kemudian melalui Surat Keputusan tersebut, Bupati juga memerintahkan kepada Supratman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Seluma menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kadispendik Kabupaten Seluma per tanggal 5 Agustus 2021 menggantikan Emzaili hingga nanti terpilih lagi pejabat definitif.

“Terhitung dari tanggal 4 Agustus 2021 Kadispendik Emzaili, S.Pd, M.Pd, diberhentikan dari Jabatannya, dan terhitung mulai tanggal 5 Agustus 2021, disamping jabatannya sebagai kepala Bappeda, Supratman juga sebagai Plt Kadispendik Kabupaten Seluma,” ujar Bupati.

Sementara terkait proses hukum yang sedang dijalani oleh Emzaili Hambali, diakui Erwin pihaknya menyerahkan seluruh proses penegakan hukum ke Kejati Bengkulu. Menurutnya, Pemkab Seluma tidak akan menghalanginya seluruh proses yang dilakukan penyidik.

“Kita tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kami menghormati proses hukum yang dilakukan Kejati Bengkulu dan kita harap perkara ini bisa segera diselesaikan,” demikian Erwin.

Emzaili : Saya Ingin Fokus Berobat

Menanggapi surat keputusan Bupati Erwin Octavian, Kadispendik Seluma, Emzaili mengatakan bahwa dirinya telah resmi mengundurkan diri dari jabatannya dengan pertimbangan ingin fokus untuk berobat.

“Saya resmi mengundurkan diri dari dengan pertimbangan ingin fokus berobat. Jadi saya berhenti dari Kadis bukan karena masalah, dan dicopot dari jabatan, tapi karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan kerja dengan maksimal lantaran sakit.” ungkapnya, Jum’at (06/082021).

Dirinya juga mengungkapkan bahwa saat ini sedang menjalankan pengobatan disalasatu Rumah Sakit di Kota Bengkulu untuk menjalankan operasi.

“Saya ingin fokus terhadap pengobatan penyakit saya, saya saat ini menderita Gejala Diabetes, Katarak, Batu Ginjal, dan Pengapuran Tulang Pinggul dan Tulang Belakang. Saat ini saya lagi operasi Katarak di RS Bhayangkara.” jelasnya.

Kajati Tegaskan Pengusutan Kasus Terus Berlanjut

Terpisah, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Bengkulu, Agnes Triani menegaskan bahwa pengusutan kasus dugaan korupsi dana DAK di Dispendik Seluma terus berlanjut. Menurutnya, saat ini penyidikan terus dilakukan untuk menentukan siapa yang paling bertanggungjawab dalam proyek pembelian alat komputer dan protokol kesehatan tersebut.

Agnes Triani saat ditemui dalam kunjungannya di Kabupaten Seluma, Kamis (5/8/2021) menyatakan, sampai saat ini jajarannya masih terus bekerja dalam penanganan kasus tersebut. Namun ia belum mau mengungkap siapa yang berpotensi akan dijadikan tersangka oleh penyidik.

“Masih ditangani, tunggu saja perkembangannya. Semua pihak yang berkaitan akan diperiksa. Belum tahu (Calon tersangka), tunggu saja,” jelas Agnes. Ditambahkannya, sebelumnya Kejati telah melakukan pemeriksaan sejumlah pihak, mulai dari Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi, hingga pihak ketiga. Kejati juga telah melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan.

“Selain itu, Kejati juga telah melakukan pemblokiran rekening bank milik Kadispendik dan rekening bank milik anak menantunya. Pemblokiran itu merupakan rangkaian dari penyidikan pasca penyidik menggeledah Dinas Pendidikan, rumah pribadi Kadispendik dan rumah anak menantunya, yang rencananya akan ikut dipanggil nantinya berkaitan dengan perkara tersebut,” pungkas Kajati.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here