Beranda Daerah Bengkulu Dituding Tak Penuhi Janji Politik, Rohidin Mersyah Disomasi Tim Pemenangan Pilgub

Dituding Tak Penuhi Janji Politik, Rohidin Mersyah Disomasi Tim Pemenangan Pilgub

201
0
BERBAGI
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah

BENGKULU, WN – Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah mendadak disomasi oleh Tim Pemenangan Relawan Rohidin Mersah dan Rosjonsyah pada masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lalu, perihal biaya selama kampanye Pilgub Bengkulu 2020 lalu.

Dalam surat somasi nomor: 69/SOM/-H.C/I/X/2021 terdapat poin-point yang disampaikan Oktarman Mi’as selaku Sekretaris Relawan Keluarga Bersama Bengkulu Maju (RKBBM) dan Rindang Arga Putra selaku pendana kegiatan melalui Kuasa Hukumnya yakni Hadymon Saputra, SH, MH dan Muhammad Martin Arefal, SH, MH yang salah satu poinnya mengenai uang kampanye Pilgub sebesar Rp 150 juta.

Kuasa Hukum Hadymon Saputra, SH, MH, Sabtu (11/9/2021) lalu mengatakan, somasi bukan ditujukan pada kapasitas Rohidin Mersyah sebagi Gubernur, tetapi personal. “Iya benar, dalam perkara ini bukan kapasitasnya sebagai Gubernur, tetapi secara pribadi atau personal,” kata Hadymon.

Hadymon Saputra dan Muhammad Martin Arefal selaku kuasa hukum RKBBM menyebutkan bahwa dalam surat somasi tersebut salah satunya tentang uang biaya kampanye sebesar Rp 150 juta yang belum diganti oleh Rohidin.

Menurut Hadymon, surat somasi tersebut sudah dilayangkan ke Rohidin. “Iya benar (dan surat somasi) sudah diantar langsung ke rumah,” singkatnya, Sabtu (11/09/2021).

Somasi ini atas kuasa dari Oktarman Mi’as dan Rindang Arga Putra selaku pendana kegiatan melalui Law Office Hady Chaniago & Partners. Adapun poin sebagai berikut :

  1. Bahwa pada saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Bengkulu Periode 2020-2024 Bapak Rohidin Mersyah membentuk tim relawan keluarga untuk pemenangan Pasangan Calon Rohidin Mersyah dan Rosjonsyah.
  2. Bahwa dalam pelaksanaan kampanye, tim relawan keluarga untuk pemenangan Pasangan Calon Rohidin Mersyah dan Rosjonsyah telah melaksanakan tugas sebagaimana yang telah diperintahkan.
  3. Bahwa selama proses kampanye, tim relawan keluarga telah mengeluarkan biaya pribadi untuk biaya operasional, pembelian souvenir dan atribut, biaya kampanye/ sosialisasi ke masyarakat Kabupaten Bengkulu Utara Sebesar Rp 70 juta.
  4. Bahwa tim relawan keluarga juga telah mengeluarkan biaya untuk pergerakan tim di seluruh wilayah Provinsi Bengkulu seperti jamuan makan/minum selama lebih kurang delapan bulan sampai dengan hari pemilihan kepala daerah tanggal 9 Desember 2020 sebesar RP 80 juta.
  5. Bahwa total biaya/dana yang telah dikeluarkan rim relawan keluarga untuk pemenangan Pasangan Calon Rohidin Mersyah dan Rosjonsyah adalah sebesar RP 150 juta.
  6. Bahwa dengan adanya perihal tersebut di atas, Bapak Rohidin Mersyah telah menyatakan akan mengganti biaya/dana yang telah dikeluarkan tim relawan keluarga melalui musyawarah yang dilakukan bersama klien kami Oktarman Mi’as.
  7. Bahwa hingga somasi ini kami buat, Bapak Rohidin Mersyah tidak juga memberikan ganti kerugian terhadap klien kami Oktarman Mi’as dan Rindang Arga Putra sebesar Rp 150 juta.
  8. Bahwa untuk menyelesaikan perkara ini, kami harap Bapak Rohidin Mersyah agar dapat meluangkan waktunya untuk musyawarah atau mediasi secara kekeluargaan dengan klien kami.
  9. Bahwa permintaan kami pada poin 8 di atas adalah merupakan permintaan yang sah dan patut, dan kami harap Bapak Rohidin Mersyah bisa memakluminya.
  10. Bahwa jika tidak ada penyelesaian dalam perkara ini, maka kami akan memproses lebih lanjut ke ranah hukum ataupun blow up ke media massa.

Menanggapi somasi tersebut Ardiansyah selaku Ketum RKBBM mengaku tidak mengetahui. Ia bahkan membantah dan mempertanyakan perihal keabsahan dan kapasitas dalam pemberi somasi yang disampaikan.

“Itu adalah fitnah dan dapat dikategorikan pencemaran nama baik. Perihal pendanaan biaya kampanye disebutkan dalam somasi tidak benar karena dana atau yang mendanai secara terstruktur dan masif.” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Pemenangan R2 Drs H Asnawi A Lamat, M.Si angkat bicara. Asnawi menjelaskan bahwa pihaknya selama rangkaian Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu tidak ada melakukan pembebanan pada pihak manapun.

Dalam penegasan tersebut dijelaskan bahwa anggaran tim R2 sepenuhnya ditanggungjawabi oleh Kandidat serta tidak ada janji, tidak mengetahui serta menyetujui adanya pihak-pihak terkait melakukan hal yang dimaksud pada somasi.

“Tim yang kita bentuk secara resmi saja tidak ada pembebanan biaya apapun, semua program dan anggaran biaya sepenuhnya ditanggungjawabi oleh kandidat,” tulis Asnawi kepada wartawan.

“Kita tidak ada janji ke pihak manapun dan tidak pernah mengetahui apalagi menyetujui adanya pihak yg melakukan hal-hal seperti yang disampaikan ini,” tutupnya.

Terkait Somasi tersebut, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum menjawab hingga berita ini ditayangkan.(red/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here