Beranda Daerah Bengkulu Dramatis, ‘Penyanderaan’ Ijazah Siswa SMKN 6 Berakhir Lewat Tebusan Rp 5 Juta

Dramatis, ‘Penyanderaan’ Ijazah Siswa SMKN 6 Berakhir Lewat Tebusan Rp 5 Juta

150
0
BERBAGI
Wajah Kepala SMKN 6, Sarifin Efendi (kiri) tampak sumringah pasca menerima uang Rp 5 juta dari Walikota

BENGKULU, WN – Pengambilan ijazah 4 siswa SMKN 6 Kota Bengkulu yang ditahan sekolah karena menunggak SPP berlangsung dramatis dan sempat diwarnai adu mulut antara kepala sekolah dengan Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Bengkulu, Selasa (24/8/2021).

Ijazah akhirnya berhasil diambil setelah mediasi alot antara Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi serta Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Dediyanto negosiasi dengan Kepala Sekolah SMKN 6 Sarifin Efendi.

Sebelumnya, 4 siswa diminta datang dengan membawa Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Meskipun surat SKM sudah dibawa dan diserahkan ke pihak sekolah, namun sekolah masih bersikeras untuk tidak memberikan ijazah. Harapannya, dengan adanya surat keterangan tidak mampu itu Kepsek bersedia memberikan ijazah kepada empat siswa tersebut.

Saat Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Dediyanto, dan Sekda Kota Bengkulu Arif Gunadi mendatangi SMKN 6 Kota Bengkulu untuk mengambil 4 ijazah siswa yang ditahan, Kepala Sekolah SMKN 6 Kota Bengkulu, Sarifin Efendi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan ijazah siswa tersebut dan menolak mentah-mentah permintaan Walikota.

“Jangan pak, saya konfirmasi dulu dengan tingkat I (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, red),” jawab Sarifin. Mendengar jawab tersebut, Walikota Bengkulu itu langsung menegaskan “Ini jangan diperpanjang karena kalau diperpanjang ini jadi lebar,” tegasnya. Jawaban senada dengan nada sedikit kesal juga disampaikan Wakil Walikota Bengkulu, “Alangkah ribet urusan Ini,” ucap Dedy.

Helmipun tampak kecewa dan kesal karena menilai kepala SMKN 6 terlalu bertele-tele. “Kalau tidak ada kendala lagi serahkan ijazah anak-anak. Anda salah kalau menahan ijazah mereka,” tegas Helmi.

Namun kepala SMKN 6 tetap tidak mau memberikan ijazah saat itu juga dan lebih memilih menelpon kepala dinas pendidikan Provinsi Bengkulu untuk kordinasi. Helmi akhirnya mulai ‘gerah’ dan langsung mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

“Jangan diperpanjang. Kalau diperpanjang nanti ini jadi melebar kemana-mana. Ok, kalau anda nelpon kepala dinas, saya nelpon Gubernur! kepalangan biar rame,” ketus Helmi sembari langsung mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu. Sarifin tampak cemas saat Helmi mencoba menghubungi Gubernur Bengkulu. “Jangan pak, tidak usah. Janganlah,” ujar Sarifin.

Kemudian Wakil Walikota Dedy Wahyudi tiba-tiba juga terlibat cekcok dengan Sarifin. “Jangan bolak balik kando, kemarin kando ngomong sayo di belakang, sekarang ngomong di depan sayo, sudahlah,” celetuk Dedy yang langsung dijawab oleh Sarifin.

“Sudahlah, tidak usahlah… Sayo ini guru!,” jawab Saripin sambil menunjuk dirinya sendiri. “Bapak sayo dulu jugo guru. Jangan dipersulit !!,” balas Dedy.

Karena merasa bertele-tele dan dipersulit, akhirnya Helmi langsung membayar atau menebus ijazah 4 siswa/i tersebut dengan uang cash sebesar Rp 5 juta dan akhirnya pihak sekolah baru mau mengeluarkan ijazah para siswa. Empat siswa tersebut akhirnya menerima ijazah mereka, masing-masing atas nama Melia Anggraini, Epeliya, Eka Meilani dan Fedri Hidayat.

“Alhamdulillah, siswa siswi SMKN 6 yang ijazahnya ditahan, yang tadinya mereka belum merdeka sudah merdeka dengan uang Rp 5 juta tadi. Sudah kita kasih ke kepseknya, tinggal raport nya saja yang belum ketemu katanya, mudah-mudahan segera ketemu,” ujar Helmi saat diwawancarai usai menebus ijazah para siswa.

Sempat Ngotot Minta ‘Tebusan’ Walikota, Kepala SMKN 6 Malah Sumbangkan Rp 5 Juta dan Angkat Siswa Jadi Duta SPP

Pasca menerima uang ‘tebusan’ Walikota Bengkulu sebesar Rp 5 juta, berselang satu hari, Kepala SMKN 6 Kota Bengkulu Sarifin Efendi malah akan memberikan uang yang diterimanya dari Walikota Bengkulu Helmi Hasan tersebut kepada 4 siswa yang sempat ditahan ijazahnya.

“Tapi kalau misalnya 4 siswa itu tidak mau menerimanya, maka uang itu akan kita salurkan ke siswa SMKN 6 yang tidak mampu,” jelas Sarifin, Rabu (25/8).

Selain itu, sambungnya, keempat siswa itu akan diangkat menjadi duta SPP gratis, dalam 18 program gubernur dan wagub. “Kami sudah koordinasi dengan Diknas Provinsi Bengkulu,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Sarifin juga mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk pengambilan ijazah. “Bukan hanya soal tunggakan, tapi cap 3 jari, pas foto, dan ada atau tidak buku pinjaman,” ucapnya.

Soal biaya, lanjutnya, kalau memang siswa tersebut tidak mampu, pihak sekolah bersama komite akan menggratiskan dengan catatan pihak sekolah akan mendatangi alamat siswa itu untuk memastikan apakah siswa itu benar-benar tidak mampu. “Pada prinsipnya sekolah tidak menghambat. Bila ada tunggakan maka siswa tetap boleh ujian atau ikut semesteran,” kata dia.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here