Beranda Daerah Bengkulu Dugaan Korupsi Proyek Pengendali Banjir PUPR Provinsi, JPU Kejati Bakal Hadirkan 10...

Dugaan Korupsi Proyek Pengendali Banjir PUPR Provinsi, JPU Kejati Bakal Hadirkan 10 Saksi

170
0
BERBAGI
Ilustrasi Korupsi (dok/net)

BENGKULU, WN – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu berencana akan menghadirkan 10 orang saksi, terdiri dari 8 orang saksi dan 2 orang saksi ahli untuk membuktikan dakwaan, terkait kasus dugaan korupsi proyek pengendali banjir Dinas PUPR Provinsi Bengkulu tahun 2019.

“Kita mengundang sesuai urutan di berkas perkara, untuk Konsultan Perencana, dan panitia atau kelompok kerja (Pokja), lebih kurang 8 orang,” kata Rozano Yudistira Kasi Penuntutan Kejati Bengkulu, Sabtu (5/6/2021).

Rozano menuturkan, sejauh ini ada pengembalian kerugian negara dari terdakwa kontraktor yang nilainya sekitar Rp 800 juta. Sebelumnya, dari hasil audit BPKP negara ditaksir mengalami kerugian Rp 1 milyar lebih. “Dalam sidang kemarin ketiga terdakwa tidak ada yang menyatakan keberatan dengan dakwaan JPU. Sidang lanjut ke pembuktian,” ungkap Rozano dilansir dari BDklik.com.

Diketahui, pada sidang perdana dalam agenda pembacaan dakwaan yang diketuai Majelis Hakim Fitrizalyanto beberapa hari lalu di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, ketiga terdakwa yakni, Direktur CV Merbin Indah, Isnaini Martuti selaku kontraktor pelaksana kegiatan, Ibnu Suud Direktur CV Utaka Esa selaku Konsultan Pengawas, dan Apizon Nazardi Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Provinsi Bengkulu, didakwa oleh JPU dengan pasal 2 ayat 1 juncto pasal 18 ayat 1 huruf a, huruf b, ayat 2, ayat 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jucto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here