Beranda Daerah Bengkulu Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Benteng, Orang Tua Korban Tuntut Polisi Tetapkan...

Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Pejabat Benteng, Orang Tua Korban Tuntut Polisi Tetapkan Status Hukum Pelaku

127
0
BERBAGI
ilustrasi pelecehan (dok/net)

BENGKULU TENGAH – Terkait dugaan tindak pelecehan seksual di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu Tengah (Benteng) oleh oknum pejabat eselon III berinisial MH terhadap bawahannya N (20), kedua orang tua korban meminta aparat kepolisian segera memproses terduga pelaku serta menetapkan status hukumnya.

Menurut orang tua korban AE, hingga saat ini belum ada itikad baik dari MH untuk menyelesaikan kasus ini kepada pihak keluarga. “Sampai sekarang belum ada itikad baik dari MH. Kami juga inginnya proses hukum tetap berjalan,’’ kata AE.

Sementara, Kapolres Benteng, AKBP. Ary Baroto, S.IK, MH melalui Kasat Reskrim, Iptu. Iman Falucky, S.Tr, S.Ik mengatakan jika pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

‘’Masih diperiksa sebagai saksi. Segera gelar perkara. Kalau terlapor baru sekali kemarin dipanggil. Sejauh ini belum ada pengakuan (pelecehan, red). Nanti akan dipanggil lagi,’’ jelas Iman.

Kasat Reskrim menjelaskan, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban, korban mengakui bahwa perbuatan pelecehan dilakukan oleh pelaku sebanyak 1 kali. Yaitu, di ruang kerja pelaku yang merupakan atasan dari korban

“Berawal dari korban yang datang ke ruangan pelaku untuk meminta tanda tangan. Memanfaatkan ruangan yang sepi, pelaku melakukan tindakan tak senonoh dan memberikan uang sebesar Rp 50 ribu agar korban bungkam.” kata Kasat Reskrim dilansir dari media setempat.

Lanjut Kasat Reskrim, sampai saat ini pihaknya juga sudah memanggil 1 orang saksi dari OPD terkait untuk dimintai keterangan, dari pemeriksaan terhadap saksi diketahui, selain korban, juga ada satu saksi yang melihat kejadian tersebut.

Sekedar mengetahui, sebelumnya berdasarkan cerita korban N,  peristiwa dugaan pelecehan seksual ini terjadi pada Senin siang (23/8/2021) lalu, saat korban dipanggil oleh MH ke ruangan kerjanya untuk menandatangani surat untuk pencairan gaji kerjanya.

Saat sedang melakukan penandatanganan, MH mulai melakukan dugaan pelecehan seksual. Bahkan sesudahnya MH sempat memberikan uang Rp 50 ribu. Merasa risih, dengan cepat N meninggalkan ruangan tersebut.

Pada Rabu (25/8/2021), N kembali masuk kerja dan melihat MH sudah berada di dalam ruangannya. Lantaran syok, N menuju ke kamar mandi, selang 10 menit pintu kamar mandi diketok, kemudian N langsung keluar dan MH tiba-tiba memegang kedua lengannya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here