Beranda Daerah Bengkulu HUT Kota ke-302, Baznas – Pemkot Siapkan 1000 Nasi Kotak ‘Terenak di...

HUT Kota ke-302, Baznas – Pemkot Siapkan 1000 Nasi Kotak ‘Terenak di Dunia’ Gratis

184
0
BERBAGI

// 2020, Tercatat 15 Ribu Warga Terima Santunan

KOTA BENGKULU, WN – Menyambut moment spesial HUT Kota Bengkulu ke – 302 tahun ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, berencana bakal menyediakan 1000 nasi kotak ‘terenak di dunia’ gratis untuk warga Kota Bengkulu.

Habib Abdurahman Alkaf, Ketua Baznas Kota Bengkulu mengatakan bahwa program ini akan dilaunching dan digelar tepat di hari-H ulang tahun Kota Bengkulu ke – 302, 17 Maret 2021 mendatang di seputaran jalan – jalan utama Kota Bengkulu.

“Rencananya, nanti kita bagikan langsung di pinggir jalan, semua warga yang lewat boleh mengambil nasi kotak ini. Harapan kami, semoga nantinya program ini bisa berjalan setiap hari Jumat. Dan kepada warga yang ingin berpartisipasi, kita sudah siapkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap instansi. Semoga dengan kegiatan bersedekah berjamaah ini, kita mendapatkan keberkahan, rezeki yang bertambah, badan disehatkan, dijaga dari bala marabahaya dan dijauhkan dari bencana,” ujar Abdurahman kepada awak media WN beberapa waktu lalu.

// Tahun 2020, Tercatat Ada 15 Ribu Penerima Bantuan

Sementara itu, terkait bantuan Baznas berupa uang santunan bagi warga yang kurang mampu, Abdurahman mengaku bahwa selama tahun 2020 lalu setidaknya ada 15 ribu warga penerima manfaat dana Baznas Kota Bengkulu tersebut.

“Pada tahun 2020 kemarin, hampir 15 ribu warga penerima manfaat yang sudah tersalurkan dana dari Baznas Kota tersebut. Sedangkan untuk saat ini baru ada sekitar 150 warga yang bisa mengambil dana santunan di kantor Baznas. Data penerima aktif ini selalu berubah – ubah, bisa bertambah bisa berkurang, kita perbaharui terus,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk besaran dana santunan ini, disesuaikan dengan kebutuhan dari warga tersebut dan melihat kondisi keuangan Baznas. Minimal Rp 300 ribu dan maksimal Rp 500 ribu perorangnya. Dana ini bisa diambil langsung di kantor Baznas pada tanggal 20 setiap bulannya.

“Baznas berharap kepada warga Kota Bengkulu agar memiliki kesadaran penuh untuk rutin membayar zakat, infaq dan sodaqoh. Hal ini bukan saja bertujuan untuk membersihkan harta kita namun juga bisa membantu saudara-saudara kita yang belum beruntung, baik itu bantuan alat kesehatan, dana santunan hidup, maupun yang lainnya,” tambah Abdurahman.

Ketua Baznas Kota Bengkulu ini juga menyebutkan, bagi warga yang ingin mengajukan bantuan uang santunan ini bisa langsung datang ke kantor Baznas Kota Bengkulu di komplek masjid Agung at-Taqwa, jalan Soekarno Hatta Kelurahan Anggut Atas kecamatan Ratu samban Kota Bengkulu. Tentunya disertai surat pengantar dari kelurahan.

Setelah berkas diterima, maka tim Baznas akan melakukan survey untuk menentukan layak atau tidaknya warga tersebut mendapatkan bantuan ini.

“Sebelum Baznas memberikan bantuan kepada warga, kami pasti melakukan survey yang didampingi oleh Lurah masing-masing. Hal ini bertujuan agar dana Baznas ini tepat sarsaran,” imbuhnya.

Menurut Abdurahman, ada 8 kriteria atau golongan (Asnaf – red) warga yang bisa mendapatkan bantuan dari Baznas ini, yaitu ;
1. Fakir, ialah orang-orang yang memiliki harta namun sangat sedikit. Orang-orang ini tak memiliki penghasilan sehingga jarang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan baik.
2. Miskin, di atas fakir. Mereka adalah orang-orang yang memiliki harta namun juga sangat sedikit. Penghasilannya sehari-hari hanya cukup untuk memenuhi makan, minum dan tak lebih dari itu.
3. Amil, mereka adalah orang-orang yang mengurus zakat mulai dari penerimaan zakat hingga menyalurkannya kepada orang yang membutuhkan.
4. Mu’allaf, orang yang baru masuk Islam dan menjadi golongan yang juga berhak menerima zakat. Ini bertujuan agar mereka semakin mantap meyakini Islam sebagai agamanya.
5. Riqab / memerdekakan budak. Di zaman dahulu, banyak orang yang dijadikan budak oleh saudagar-saudagar kaya. Inilah, zakat tersebut digunakan untuk membayar atau menebus para budak agar mereka dimerdekakan. Orang-orang yang memerdekakan budak juga berhak menerima zakat.
6. Gharim (orang yang memiliki hutang). Orang yang memiliki hutang berhak menerima zakat. Namun, orang-orang yang berhutang untuk kepentingan maksiat seperti judi dan berhutang demi memulai bisnis lalu bangkrut, hak mereka untuk mendapat zakat akan gugur.
7. Fi Sabilillah, yang dimaksud dengan Sabilillah adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk kepentingan di jalan Allah. Misal, pengembang pendidikan, dakwah, kesehatan, panti asuhan, madrasah diniyah dan sebagainya.
8. Ibnu Sabil, mereka disebut juga sebagai musafir atau orang-orang yang sedang melakukan perjalanan jauh termasuk pekerja dan pelajar di tanah perantauan .(Ajh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here