Beranda Daerah Bengkulu Insiden Pemukulan Dokter Dipicu Dugaan Selingkuh, Ini Tanggapan IDI Provinsi

Insiden Pemukulan Dokter Dipicu Dugaan Selingkuh, Ini Tanggapan IDI Provinsi

289
0
BERBAGI

BENGKULU UTARA, WN – Kasus dugaan tindak penganiayaan yang terjadi di RSUD Arga Makmur beberapa waktu lalu, yang melibatkan seorang oknum dokter umum UGD berinisial AB dan dua orang karyawan BUMD Bengkulu Utara (BU) berinisial An dan Si, akhirnya ditanggapi oleh pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Bengkulu.

Diketahui sebelumnya, Selasa (6/4) lalu di RSUD Arga Makmur terjadi kehebohan, dimana dua karyawan BUMD berinisial An dan Si membuat onar dengan melakukan penganiayaan terhadap oknum dr AB yang bertugas di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Arga Makmur. Menariknya, pemicu dari dua orang yang tenggarai keluarga pejabat ini lantaran kasus hubungan asmara. Sehingga, menyebabkan kedua orang ini gelap mata dan main hakim sendiri di tempat pelayanan publik

Disampaikan oleh dr Hamzah, selaku Pengurus IDI Provinsi Bengkulu, perkembangan kasus ini menurutnya masih menantikan info resmi dari IDI Kabupaten BU.

“Kami sudah menerima informasi kejadian di RSUD Arga Makmur yang melibatkan dokter umum, namun kami belum menerima informasi laporan dari IDI BU. Namun, jika ini masalah pribadi, tentu tergantung mereka yang bermasalah untuk menyelesaikannya,” ujarnya.

Hamzah juga memaparkan, terkait pemicu kejadian ini karena adanya dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum dokter AB tersebut, diakuinya jelas ada pelanggaran kode etik. Kendati demikian, pihaknya menegaskan jika menyangkut profesi tentu akan dilakukan dengan mekanisme, yang akan dibahas di dalam organisasi IDI.

“Ini kewenangan pengurus IDI Cabang Bengkulu Utara, informasinya mereka yang akan memanggil yang bersangkutan (oknum dokter, red) untuk dimintai penjelasan. Kemudian, kami akan memanggil pihak-pihak yang mengetahui kejadian. Setelah itu, dianalisa layak atau tidak untuk dibawa ke majelis etik. Jadi, kami menunggu laporan dari IDI kabupaten, karena tindak lanjut kami serahkan dengan organisasi yang di kabupaten,” demikian Hamzah.

Sementara itu, Ketua IDI Kabupaten BU dr Alfian ketika dikonfirmasi awak media, mengaku belum bisa memberikan komentar lebih jauh. Mengingat, pihaknya belum menerima laporan terkait kejadian tersebut.

Nanti saya salah bicara, saat ini saya belum berani banyak komentar. Karena, belum menerima laporan. Nanti, dikabari lagi ya,” singkatnya dilansir rubriknews.com.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here