Beranda Daerah Bengkulu Jalan Pemprov Rusak Berat, Jembatan Penghubung Alternatif Rusak Parah

Jalan Pemprov Rusak Berat, Jembatan Penghubung Alternatif Rusak Parah

174
0
BERBAGI
dok : net

BENGKULU, WN –Diduga akibat rusak dan tak bisa dilaluinya salah satu jalur utama jalan Provinsi, sebuah jembatan alternatif penghubung antara pemukiman warga dan jalur evakuasi bencana di RT 8 Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu, menjadi ikut rusak berat. Hal ini praktis menjadi sorotan banyak warga sekitar.

Menurut keterangan Ketua RT 8 Kelurahan Padang Serai Muslimin, rusaknya jembatan ini yang dulu sudah pernah diperbaiki Dinas PUPR Kota Bengkulu ini, disebabkan banyaknya truk bermuatan sawit yang melintasi jalan ini, yang bukan jalur semestinya.

Menurutnya, jembatan tersebut rusak karena jalan provinsi yang merupakan jalur utama untuk dilalui kendaraan roda empat, kondisinya hancur dan sulit dilalui. Sehingga banyak pengendara memilih jalan milik Pemkot Bengkulu yang jalannya mulus dan lebar, namun harus melintasi jembatan penghubung yang dibuat hanya untuk kendaraan muatan ringan.

Banyaknya kendaraan muatan berat yang melintas, membuat jembatan yang hanya berlantai papan itu tidak kuat menahan beban, membuat papan tersebut rusak dan jatuh ke sungai.

“Jadi sebenarnya parahnya kondisi jembatan ini akibat jalan Provinsi yang rusak dan tidak bisa dilalui, sehingga banyak truk bermuatan sawit yang akhirnya melintasi jembatan. Jadi, yang dari di Simpang Kandis, Pagar Dewa, belok ke sini (jembatan) lewatnya, karena di sana (jalan utama milik pemerintah provinsi) rusak. Tapi kalau di sana (jalur utama) bagus, sudah pasti (jalur truk) lurus ke sana. Ini (jembatan) jalur alternatif,” kata Muslimin.

Tapi, di sini juga yang lewat mobil-mobil tu yang L300, yang sering bawa sayur dan tidak mungkin kita larang terus. Nanti malah jadi musuh kita. Yang (truk) muatan 3 ton itu kan itu yang menjadi masalah kita (jembatan rusak),” lanjutnya, Rabu (5/5/2021) lalu.

Muslimin menegaskan, sebenarnya tidak boleh jembatan itu dilewati mobil muatan seberat 3 ton, dan jembatan mesti di portal supaya aman. Jembatan tersebut juga sudah sering diperbaiki Dinas PUPR Kota Bengkulu.

“Itu setahun diperbaiki lagi. Nah baru kali ini belum sampai setahun, karena akses jalan kota menuju jembatan itu mulus, jadi orang lewat sini semua. Kalau dulu masih dua tahun karena jalan di situ (jalan provinsi) masih bisa dilewati. Jalan itu (provinsi) memang bisa dilewati tapi susah,” ungkapnya lagi.

“Itu setahun diperbaiki lagi. Nah ini baru kali ini belum sampai setahun, karena akses jalan kota menuju jembatan itu mulus, jadi orang lewat sini semua. Kalau dulu masih dua tahun karena jalan di situ (jalan provinsi) masih bisa dilewati. Jalan itu (provinsi) memang bisa dilewati tapi susah,” ungkap Muslimin.

Sementara itu, dilansir.dari pedomanbengkulu dan kabarraflesia, mendapati permasalahan tersebut, dua anggota DPRD Kota Bengkulu, Baidari dari partai Nasdem dan Dediyanto dari PAN turun ke lapangan.

“Masalahnya, ternyata kendaraan truk muatan berat memilih jalan kota yang mulus untuk dilintasi, sehingga harus melalui jembatan alternatif tersebut. Kenapa warga melintas jalan mulus milik kota itu, karena jalan utama milik pemerintah provinsi rusak berat dan sulit dilalui,” jelas Baidari saat berdiskusi mencari penyebab rusaknya jembatan bersama tokoh masyarakat, Ketua RT setempat dan tim dari PUPR Kota, yang lalu bersepakat agar warga yang menggunakan kendaraan berat tidak boleh melintasi jembatan alternatif.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here