Beranda Daerah Bengkulu Jembatan Paku Haji Ambrol, Polisi Interogasi PPTK dan Konsultan Pengawas Proyek

Jembatan Paku Haji Ambrol, Polisi Interogasi PPTK dan Konsultan Pengawas Proyek

116
0
BERBAGI

BENGKULU TENGAH, WN – Ambrolnya jembatan di Desa Paku Haji, Kecamatan Pondok Kubang, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menjadi perhatian Polres Bengkulu Tengah (Benteng).

Proyek yang rusak saat masih dalam pengerjaan tersebut saat ini sedang dilidik oleh tim penyidik Sat Reskrim Polres Benteng. Bahkan, penyidik langsung bertindak cepat dan memanggil pihak-pihak terkait.

“Langkah pertama yang sudah dilakukan penyidik Polres Benteng ialah mendatangi TKP (tempat kejadian perkara). Hari ini (kemarin,red), kami sudah memanggil PPTK dan konsultan pengawas, Keduanya sudah diambil keterangan di ruangan Tipidkor Sat Reskrim Polres Benteng “, kata Kapolres Benteng, AKBP Ary Baroto, S.IK, MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Donald Sianturi, SH, MH.

Dikatakan  Donald, pihaknya juga akan memanggil saksi-saksi lain untuk dimintai keterangan. Diantaranya, kontraktor pelaksana kegiatan, konsultan perencanaan serta pihak-pihak terkait.

“Dari Hasil pengecekan di lapangan oleh anggota, kerusakan jembatan diakibatkan debit air yang meningkat dan membuat peranca atau pondasi jembatan bergeser, sehingga kerangka jembatan ikut bergeser seperti mau rubuh,” sambung Donald.

Sementara itu, terkait pekerjaan Jembatan, apakah bahan baku yang digunakan sudah sesuai standar dan spesifikasi atau belum, Kasat Reskrim masih enggan menjelaskan secara gamblang, sebab tim penyidik masih melakukan pendalaman.

”Menurut rekan – rekan di lapangan progres pekerjaan baru berjalan sekitar 80 persen. Memang belum seluruhnya selesai,” tegas Donald.

Sementara, Kabid Rehab dan Rekonstruksi (RR) BPBD Kabupaten Benteng, Jhoni saat mendatangi Polres Benteng mengatakan, pihaknya akan melakukan konfirmasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pengerjaan proyek, salah satunya pihak pabrikasi rangka selaku penyedia rangka jembatan. “Selain itu, tim dari tenaga ahli juga sudah melakukan pengecekan ke lapangan,” terangJoni.

Lebih lanjut, Jhoni mengatakan, pekerjaan proyek jembatan sudah hampir selesai 100 persen. “Pemasangan rangka memang sudah selesai 100 persen dan hanya tinggal lagi pemasangan lantai yang terbuat dari papan,” demikian Joni.

Diketahui sebelumnya, kerusakan jembatan ini terjadi pada Rabu (29/9) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB. Jembatan dengan nilai proyek sebesar Rp 3,6 miliar tersebut nyaris runtuh, dan tampak beberapa kerangka baja penyok, hingga konstruksi jembatan yang dikerjakan oleh PT Karang Nio Karya sejak awal tahun 2021 tersebut menjadi miring dan nyaris 20 meter masuk ke dalam sungai.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here