Beranda Daerah Bengkulu Kadis Diknas Seluma dan Mantan Ketum HIPMI Diperiksa Kejati

Kadis Diknas Seluma dan Mantan Ketum HIPMI Diperiksa Kejati

249
0
BERBAGI
Kadis Diknas Seluma, Emzaili Hambali

BENGKULU, WN – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Bengkulu terus menggeber pengusutan kasus dugaan korupsi realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Afirmasi non-fisik dalam pengadaan laptop, printer dan alat protokol kesehatan Covid-19 untuk SD dan SMP se-Kabupaten Seluma tahun 2020.

Kejati menduga ada mark up (penggelembungan) harga pembelian barang tersebut oleh Dinas Pendidikan (Diknas) Seluma. Alhasil, Kejati akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kepala sekolah SD dan SMP, serta kembali memanggil sejumlah pihak terkait untuk dimintai keterangan.

Diantaranya pihak rekanan pengadaan barang, yakni owner toko Biru Komputer yang juga mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bengkulu periode 2017-2020 Yuan De Gama, beserta 3 pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma, yaitu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Seluma, Kabid SMP, dan Kabid SD.

Kepada wartawan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Seluma, Emzaili Hambali membenarkan bahwa kedatangannya ke Kejati Bengkulu untuk memenuhi panggilan penyidik.

“Itu dana Bos Afirmasi maupun kinerja, penetapannya langsung dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Rata-rata yang dapat dana ini sekolah kecil yang sedikit muridnya dan juga beberapa sekolah yang berprestasi dilihat dari pelaksaaan kinerja ujian tahun 2019,” tutur Emzaili kepada salah satu media online lokal.

Ia menyampaikan, pelaksanaan pengadaan barang-barang tersebut merupakan hak mutlak pihak sekolah sesuai dengan petunjuk pelaksana dari Kemendikbud RI.

Yuan : Biru Komputer Selaku Rekanan Pengadaan

Yuan De Gama

Sementara itu, owner toko Biru Komputer sekaligus mantan Ketua HIPMI Bengkulu periode 2017-2020 Yuan De Gama juga membenarkan telah dipanggil penyidik Kejati Bengkulu.

Pria yang akrab disapa Ucok ini menerangkan, kedatangan dirinya ke Kejati Bengkulu semata-mata hanya untuk memenuhi panggilan penyidik guna memberikan keterangan seputar kasus tersebut selaku rekanan pengadaan.

Yuan menyebutkan, sebagai rekanan pengadaan tersebut sesuai prosedur jual beli antara pihaknya dengan pihak sekolah. Ia juga mengaku menjual laptop dengan spek yang sama kepada setiap sekolah.

“Dari data kita ada 29 SMP dan 73 SD di Kabupaten Seluma. Kita jual dengan spek dan harga yang sama yakni Rp 13 juta rupiah per satu unit laptop,” sebutnya. Ditambahkannya, bahwa dalam proses pengadaan, sebagai penjual unit dirinya menjual dengan pihak sekolah yang belanja langsung ke tokonya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here