Beranda Daerah Bengkulu Kadishub Kaur dan 4 ASN Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi

Kadishub Kaur dan 4 ASN Resmi Ditetapkan Tersangka Korupsi

149
0
BERBAGI

Kajari : Kerugian Negara Sementara Ditaksir Mencapai Rp 370 Jutaan

KAUR, WN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur, Kamis (3/6/2021) sore sekitar pukul 15.00 WIB, resmi menetapkan para tersangka dugaan korupsi anggaran pemeliharaan kendaraan dinas dan bus sekolah pada Tahun Anggaran (TA) 2020.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kaur, Nurhadi Puspandoyo, SH, MH didampingi Kasi Pidsus Elman Noveri, SH, dalam konferensi persnya menyampaikan, ada 5 orang ASN yang sudah ditetapkan tersangka.

“Ada lima ASN yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pada pemeliharaan kendaraan dinas tahun anggaran 2020, yaitu AS selaku Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kaur, EW selaku PPTK dari bulan Januari hingga Maret 2020, RS selaku PPTK dari bulan April sampai Agustus 2020, ED selaku PPTK dari bulan September hingga Desembar 2020, dan RM sebagai Bendahara Dinas Perhubungan Kaur tahun 2020,” jelas Kajari.

Selain itu turut disampaikan Kajari, dari hasil penyidikan dugaan korupsi belanja BBM dan dana perawatan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kaur tahun 2020 tersebut, diduga kerugian negara untuk sementara ditaksir mencapai angka Rp 370 jutaan.

“Untuk nilai pastinya, kita tunggu hasil dari tim pemeriksa Bengkulu,” jelas Nurhadi.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa, sebelum adanya penetapan tersangka, pihaknya dari tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) dipimpin oleh Kasi Pidsus, terlebih dahulu sudah melakukan pemeriksaan terhadap 5 pejabat Dishub tersebut, mulai dari PA, PPTK dan Bendahara.

“Dari hasil pemeriksaan tersebut, maka kita bisa menyimpulkan siapa yang bertanggungjawab atas kasus ini,” terang Nurhadi.

Selain itu, juga disampaikan Nurhadi, bahwa modus yang dilakukan oleh para tersangka adalah dengan cara melakukan pengadaan sparepart kendaraan dan juga lainnya.

Ditambahkannya, khusus untuk tersangka AS dijerat dengan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, dan empat tersangka lainnya dijerat dengan Undang-Undang Tipikor Nomor 20 Tahun 2001.

“Sekarang untuk kelima tersangka sudah kita lakukan penahanan di Polres Kaur dalam 20 hari ke depan, hal ini dilakukan agar para tersangka tidak menghilangkan barang bukti,” pungkas Nurhadi.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here