Beranda Daerah Bengkulu Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS 2021 Rp 6,1 M, Eks Kadis Diknas...

Kasus Dugaan Korupsi Dana BOS 2021 Rp 6,1 M, Eks Kadis Diknas Seluma dan Menantu Resmi Tersangka

149
0
BERBAGI
Tersangka Mantan Kadis Diknas Seluma Emzaili (rompi orange) digelandang tim Kejati Bengkulu

BENGKULU, WN – Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Seluma, Emzaili Hambali dan menantunya, Filya Yudiati Asmara resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Tim penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, dalam kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos) afirmasi non fisik tahun 2021 senilai Rp 6,1 miliar, Senin (20/12/2021) kemarin.

Sebelum ditetapkan, Emzaili Hambali dan Filya oleh penyidik Pidsus sempat diperiksa sekitar 9 jam, yang kemudian keluar dari gedung Pidsus Kejati Bengkulu telah mengenakan pakaian tahanan warna orange. Pantauan awak media, Emzaili lalu masuk mobil tahanan Polda Bengkulu, sementara untuk tersangka Filya dibawa menggunakan mobil tahanan Kejati Bengkulu.

Kepala Kejati (Kajati) Bengkulu, Agnes Triani, SH, MH mengatakan, kedua tersangka langsung ditahan. Tersangka Emzaili ditahan di Rutan Malabero dan tersangka perempuan ditahan di Lapas Perempuan Kandang Limun. “Kita masih melakukan pengembangan dan melihat fakta persidangan nanti,” kata Agnes.

Disebutkannya juga, kerugian negara (KN) dari perkara ini lebih kurang Rp 582 juta dan tersangka telah menitipkan uang kepada penyidik senilai Rp 300 juta. Diketahui sebelumnya, tim penyidik saat penggeledahan telah menyita buku rekening Emzaili di ruang kerja Kepala Dinas dengan saldo yang tertera di dalamnya senilai Rp 300 juta.

Untuk diketahui, berkaitan dengan kasus ini, ternyata ada 29 SMP dan 73 SD di Kabupaten Seluma yang menerima anggaran DAK Afirmasi tersebut. Sekolah tersebut merupakan pilihan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) pada 2020. Setiap sekolah mendapatkan Rp 60 juta total keselurahannya sekitar Rp 6,1 miliar.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here