Beranda Daerah Bengkulu Kasus Dugaan Pemalsuan KITAS 9 TKA, Polda Periksa Kakan Imigrasi Bengkulu

Kasus Dugaan Pemalsuan KITAS 9 TKA, Polda Periksa Kakan Imigrasi Bengkulu

97
0
BERBAGI
PLTU Teluk Sepang Bengkulu, disebut-sebut banyak mempekerjakan TKA asal China (doc/net)

BENGKULU, WN – Terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) 9 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) di PT Gans Energi Indonesia (GEI) Teluk Sepang Bengkulu, Kepala Kantor (Kakan) Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu, Samsu Rizal akhirnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bengkulu, Jumat (22/10) lalu.

Sebelumnya diketahui, kasus ini telah naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Dimana, sejumlah saksi telah dipanggil oleh penyidik Ditreskrimum Polda Bengkulu, salah satunya adalah pihak perusahaan, PT GEI Teluk Sepang.

Sejumlah saksi dari PT GEI, sebanyak 5 orang yang terdiri dari 3 orang GM, 1 HRD dan 1 staf telah diperiksa. Sedangkan untuk Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu terdiri dari Kepala Imigrasi, staf pengurusan KITAS, staf penginputan data dan staf verifikasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bengkulu Samsu Rizal kepada media membenarkan bahwa dirinya mendatangi Polda Bengkulu guna memenuhi panggilan penyidik Ditreskrimum Polda Bengkulu. “Terkait pemalsuan dokumen KITAS, saya sudah diminta keterangan oleh penyidik dan nanti kita lihat hasilnya,” kata Samsu Rizal.

Dijelaskan Samsu, pihaknya telah memproses KITAS tersebut sesuai dengan prosedur dan dinyatakan legal. Sehingga tidak ada kesalahan dalam penginputan berkas yang dilakukan oleh pihaknya dari PT GEI selaku yang mengajukan permohonan.

“KITAS-nya kita nyatakan diproses secara benar tidak ada pemalsuan ataupun yang lainnya,” sambungnya. Sementara itu, terkait terbitnya KITAS 9 TKA yang bekerja di PT GEI Teluk Sepang Bengkulu ini, pihak kantor Imigrasi Bengkulu menegaskan bahwa proses dilakukan setelah berkas yang diajukan oleh PT GEI diperbarui dari yang sebelumnya menggunakan nama mantan Supervisor HRD PT GEI, Roy Orlando (44) menjadi nama penjamin yang baru yang diusulkan PT GEI.

“Dokumennya itu kita proses setelah berkas itu sudah diperbaiki. Sedangkan untuk syarat dalam membuat KITAS itu benar semua dan tidak ada masalah. Sementara yang menjadi permasalahan hanya nama penjamin KITAS TKA-nya dan sudah diganti,” tutup Samsu Rizal, seperti dilansir dari bengkuluekspress.com.

Diketahui sebelumnya, kasus ini bermula pada saat Roy Orlando, mantan karyawan dari PT GEI melaporkan perusahaan tempatnya bekerja karena telah memalsukan dokumen KITAS Keimigrasian. Sebelumnya, Roy Orlando menjadi penjamin bagi 9 TKA yang bekerja di PT GEI. Namun, per tanggal 14 Desember 2020, Roy telah mengundurkan diri alias resign dari PT GEI.

Sehingga, setelah dinyatakan keluar dari perusahaan, nama Roy Orlando tidak lagi menjadi penjamin dari 9 TKA yang bekerja di PT GEI. Namun, nama Roy masih diikutsertakan sebagai penjamin, padahal dirinya tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here