Beranda Daerah Bengkulu Kasus Dugaan Pungli Disdikbud Lebong, Polda Akui Sudah Terima Laporan LIRA

Kasus Dugaan Pungli Disdikbud Lebong, Polda Akui Sudah Terima Laporan LIRA

332
0
BERBAGI
kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebong (doc/net)

BENGKULU, WN – Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dugaan pungutan liar atau Pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lebong. “Iya, sudah ada (yang melapor). Tunggu perkembangan,” kata Kombes Teddy.

Direskrimum Polda Bengkulu, Kombes Teddy Suhendyawan Syarif

Menurut Teddy, laporan dugaan Pungli itu disampaikan oleh DPW Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Provinsi Bengkulu yang ditandatangani Gubernur DPW LIRA Provinsi Bengkulu Magdalena Mei Rosha tertanggal 22 April 2021 perihal laporan dugaan tindak pidana praktik Pungli.

Dalam laporan itu disebutkan bahwa dugaan Pungli di lingkup Disdikbud Kabupaten Lebong itu terkait dengan dana alokasi khusus atau DAK Fisik Bidang Pendidikan tahun anggaran 2020 senilai Rp 18 milyar.

LIRA menyebutkan alokasi DAK Rp 18 M itu untuk proyek rehabilitasi dan rekonstruksi 71 unit sekolah, yakni 1 unit TK, 1 unit SKB, 45 SD, dan 24 SMP. Besaran dana yang diterima sekolah bervariasi dan proyek dilaksanakan secara swakelola.

LIRA menduga, ada praktik pungli oleh oknum di Diknasbud Lebong. Tak hanya ke satu atau dua sekolah, tapi massif dan terstruktur yang melibatkan beberapa oknum pejabat di lingkup Disdikbud bahkan pihak swasta.

Dilansir dari RRI.co.id, LIRA juga menyebut ada isi percakapan di WhatsApp Grup para kepsek penerima DAK soal pihak-pihak yang disebut-sebut sebagai yang akan menerima setoran dari pungutan 15 persen itu. Ada Jaksa (1 %), polisi (2 %), Kepala Dinas (2%), PPTK (3%), Bupati (3%), pusat Jakarta (1 %), konsultan (1%), PU (1%), Sekdis (0,5%), dan 1,5 % untuk administrasi SPJ.

LIRA juga menyebut sudah ada sejumlah Kepsek yang mengakui sudah menyetor dana sebesar Rp 15 persen itu ke oknum pejabat Disdik melalui perantara berinsial Fe dan De. LIRA memperkirakan dengan jumlah DAK Rp 18 milyar, maka besaran pungli dari  15 persen itu adalah sekitar Rp 2,3 milyar. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here