Beranda Daerah Bengkulu Kasus Korupsi Lahan Korpri, Camat Muara Bangkahulu Susul Istri Masuk Bui

Kasus Korupsi Lahan Korpri, Camat Muara Bangkahulu Susul Istri Masuk Bui

56
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bengkulu menetapkan Camat Muara Bangkahulu Asnawi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan lahan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 8,6 Hektar di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu,  Senin (7/2/2022).

“Dari hasil pemeriksaan menetapkan Asnawi ditetapkan tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi menghilangkan atau menjual aset lahan atau tanah milik Pemerintah Kota Bengkulu,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Yunitha Arifin, SH, melalui Kasi Intel Riky Musriza SH,MH, Senin (07/02/2022).

Ia menerangkan, Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Tersangka langsung dilakukan penangkapan dan ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Bengkulu.

“Dilakukan penahanan karena tindak pidana yang disangkakan ancamannya di atas 5 tahun penjara serta untuk mencegah tersangka melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya,” ungkapnya.

Tersangka dijerat dengan pasal  Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP.

Penetapan terhadap tersangka Asnawi dilakukan setelah Penyidik menemukan dua bukti permulaan yang cukup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183 jo Pasal 14 KUHAP.

Tersangka Asnawi disangkakan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat 1 Subsider Pasal 3 Undang-Undang 31 Tahun 1999 sebagaimana dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 Ke 1 KUHP.

“Dengan acaman hukuman selama 15 tahun kurungan penjara dan denda paling tinggi sebesar Rp.1.000.000.000.,- .Setelah dilakukan penahanan terhadap tersangka, Penyidik segera merampungkan berkas perkara untuk pelimpahan berkas ke Jaksa Pentutut Umum (JPU),” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, kasus tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat RT 13, RW 4 Perumnas Korpri, Kelurahan Bentiring, Kecamatan Muara Bangkahulu tentang dugaan jual beli tanah hibah milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu ke Kejari Bengkulu. Awalnya sekitar tahun 1995 Pemkot Bengkulu menghibahkan tanah seluas 62,9 hektare yang berada di Kelurahan Bentiring untuk masyarakat. Namun pada tahun 2015 sekitar 8,6 hektare tanah hibah tersebut diduga dijual oleh oknum tak bertanggung jawab.

Dan hasil penyeledikan tersebut penyidik sudah menetapakan Lurah Bentiring, Malidin Sena sebagai tersangka dan menetapkan mantan Dirut PT. Tiga Putera, Dewi Astuti selaku Pengembang yang diketahui juga merupakan istri dari Asnawi. Menurut perhitungan BPKP menelan kerugian negara sekitat RP 4,5 miliar.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here