Beranda Daerah Bengkulu Kisruh Pemblokiran Saldo Rekening ASN, Pinca Bank Bengkulu Muara Aman Diperiksa Kejari

Kisruh Pemblokiran Saldo Rekening ASN, Pinca Bank Bengkulu Muara Aman Diperiksa Kejari

172
0
BERBAGI

LEBONG, WN – Usai dipanggil Kejari Lebong, Selasa (16/3/2021), Pemimpin Cabang (Pinca) Bank Bengkulu Muara Aman (BaBe MaMan) Agustian Domargo memilih tak banyak bicara saat dicecar awak media dengan sejumlah pertanyaan terkait kisruh para nasabah Bank Bengkulu kalangan ASN.

Diketahui sebelumnya, banyak ASN yang mengeluhkan pemblokiran saldo di rekening mereka oleh pihak bank setiap tangggal satu atau awal bulan.

Saat dikonfirmasi, Agustian hanya memberikan sedikit statemen berkenaan dengan OPD Payment. Menurutnya, bahwa aplikasi untuk transaksi keuangan secara non tunai itu masih digunakan, hal ini menjawab pertanyaan wartawan terkait rilisnya di beberapa media, bahwa OPD Payment tidak lagi dipakai sejak beberapa bulan terakhir.

“Masih dipakai. OPD Payment itu gunanya untuk SP2D bendahara – bendahara. Jadi, beda dengan gaji,” kata pria yang akrab disapa Edo ini.

Disinggung soal pemblokiran rekening ASN, Edo malah meminta stafnya atas nama Ari Wibawa untuk menjelaskan. Ari pun terlihat bingung. Namun, ia tetap berusaha menerangkan semampunya.

Sedangkan Edo, beberapa menit kemudian memilih melipir masuk ke dalam mobil Innova warna hitam yang ia naiki ke kantor Kejari. “Rii..rii..tolong jelasin rii,” kata Edo di halaman kantor Kejari.

Sementara itu, Ari Wibawa mengatakan, pemblokiran tersebut secara otomatis oleh sistem atau terafiliasi. Ia mencontohkan, jika gaji ASN sebesar Rp 3 juta, sementara potongan pinjaman bank adalah Rp 2 juta, maka yang terafiliasi adalah Rp 2 juta itu.

Hanya saja, Ari sempat terdiam beberapa saat ketika awak media menyinggung soal apakah pemblokiran diketahui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak.

Termasuk ketika ditanya apakah kebijakan pemblokiran sudah tertuang di dalam akad dan diketahui oleh ASN yang bersangkutan selaku nasabah. “Bukan kewenangan saya Pak menjawab,” ujar Ari.

Terpisah, Kajari Lebong Arief Indra Kusuma Adhi, SH, M.Hum melalui Kasi Intel Imam Hidayat, SH, MH membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil Pinca Bank Bengkulu Muara Aman Agustian Damargo.

“Kita melakukan pemanggilan kepada yang bersangkutan terkait dengan kekisruhan masalah pemblokiran rekening ASN,” kata Imam.

Ia menerangkan, pihak Bank Bengkulu mengakui bahwa pemblokiran dilakukan setiap tanggal satu. Terkait hal tersebut, ia meminta manajemen Bank Bengkulu mencarikan solusi agar polemik ini tidak berkepanjangan.

“Karena kita ingin menjaga kondusifitas di kalangan ASN. Jangan sampai terjadi polemiklah. Karena, itu gaji sangat sensitif,” ujar Imam, dilansir fokusbengkulu.com.

Ia juga menyampaikan kepada pihak bank agar secepatnya berkoordinasi dengan Pemkab Lebong untuk mensosialisasikan perihal pemblokiran yang memberatkan nasabah. Termasuk, agar meminta petunjuk kepada pimpinan di kantor pusat Bank Bengkulu.

“Mereka menyampaikan tadi, ini mungkin karena peralihan dari Simda ke SIPD. Kalau dulu, waktu masih menggunakan Simda, belum terjadi hal-hal seperti ini. Itu bahasa mereka tadi,” tandas Imam.

// Sekda Lebong : Bank Bengkulu Kurang Komunikasi Dengan Pemkab Lebong

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) H Mustarani Abidin, SH, M.Si ikut angkat bicara.

Menurutnya, hal yang sedang ramai dibahas ini juga sebagai buntut kurangnya komunikasi Bank Bengkulu dengan Pemkab Lebong.

“Saya baru tahu soal pemblokiran. Kok seperti itu yang terjadi. Seyogyanya Bank Bengkulu ada komunikasi lah dengan pemerintah daerah,” sampai Sekda, Rabu (10/3/2021) lalu di kantor Bupati.

Dia berpendapat, pelayanan Bank Bengkulu harusnya lebih baik dari bank lain. Sebab, sahamnya adalah milik pemerintah daerah.

“Kalau ASN merasa tidak nyaman. Takutnya nanti, ada desakan untuk memindahkan. Itu lebih gawat. Mudah -mudahan tidak terjadi,” pungkasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here