Beranda Nasional KPK Bakal Selidiki Nama Waketum Partai Gelora di Kasus Edhy Prabowo

KPK Bakal Selidiki Nama Waketum Partai Gelora di Kasus Edhy Prabowo

195
0
BERBAGI

JAKARTA, WN – Pasca mencuatnya nama Fahri Hamzah dalam sidang perkara dugaan suap izin ekspor benur, dengan terdakwa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo di Pengadilan Tipikor Jakarta beberapa waktu lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kemungkinan bakal menyelidiki keterlibatan mantan Wakil Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gelora tersebut.

“Setelah kembali pada proses persidangan, nah informasinya yang perlu kita gali. apakah selanjutnya masuk akan masuk dalam tahap lidik, apakah kemudian pada saat ada mungkin dilakukan pengembangan perkara, baru dilakukan pemanggilan, nah itu nanti kita lihat saja pada saatnya,” kata Plh Deputi Penindakan KPK, Setyo Budiyanto di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (17/6).

Setyo memastikan, KPK akan menindaklanjuti setiap informasi dan data yang diperoleh terkait sebuah perkara, termasuk yang mencuat dalam proses persidangan. Namun, proses tindak lanjut tersebut perlu dilakukan dengan hati-hati. Lantaran muncul dalam persidangan, kata Setyo, pihaknya perlu mendengar analisis tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dilansir dari berbagai sumber, sebelumnya diketahui, nama mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah disebut dalam sidang perkara korupsi izin ekspor benih lobster yang menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Hal tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) membuka isi pesan antara Edhy dengan stafsusnya, Safri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (16/6/2021) malam.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
Menanggapi hal tersebut, Fahri Hamzah mengatakan, kalau demi kepastian hukum, dirinya bukan saja harus mau tapi harus rela jadi tersangka KPK jika itu merupakan hasil sebuah penemuan bukti awal yang valid. Bahkan, dirinya menjamin tidak akan lari asalkan diberi hak membela diri secara terbuka di depan hakim.⁣⁣⁣
⁣⁣⁣
“Nggak usah takut, saya nggak akan lari. Ini tanah tumpah darah saya. Asalkan saya diberi hak membela diri secara terbuka di depan mahkamah. Asalkan juga, kalian (KPK) jangan menegakkan hukum sambil frustrasi. Sebab itu artinya kalian mengalami masalah kejiwaan,” jelas Fahri. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here