Beranda Daerah Bengkulu Kritik Kampus via Medsos, Unib Bekukan BEM FH

Kritik Kampus via Medsos, Unib Bekukan BEM FH

147
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Universitas Bengkulu (Unib) melalui Dekan Fakultas Hukum (FH) membekukan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Besar Mahasiswa (BEM-KBM) FH Unib periode 2021-2022.

Dikutip dalam surat pembekuan tersebut menimbang, mengingat, dan memperhatikan, memutuskan penetapan dari Dekan FH tentang pembekuan kepengurusan BEM-KBM FH Unib periode 2021 hingga 2022. Dalam SK tersebut menetapkan ;

Pertama: membekukan kepengurusan mahasiswa BEM-KBM FH Unib periode 2021-2022.

Kedua: Nama-nama mahasiswa (terlampir) yang termasuk dalam kepengurusan BEM-KBM FH Unib telah dibekukan tidak berkenan melakukan kegiatan atas nama BEM-KBM FH.

Ketiga: keputusan ini diberlakukan, sejak ditetapkan sampai berakhirnya masa kepengurusan BEM-KBM FH pada tanggal 15 Juni 2022.

Menanggapi hal tersebut, Ketua BEM FH, Maulana Taslam membenarkan SK tersebut dan mengaku telah mempertanyakan alasan kepada pihak Fakultas. “Benar, kepengurusan dibekukan,” kata Maulana, Rabu (11/08/2021).

Maulana mengatakan pembekuan ini terjadi setelah serangkaian kritik yang dilayangkan BEM FH Unib kepada pihak kampus lewat media sosial (medsos) akun Instagramnya, @bem.fhunib.

Kritikan disampaikan seperti birokrasi pelayanan mahasiswa di kampus, salahsatunya masalah administrasi dan akademik yang berbelit, serta transparansi pendanaan kegiatan organisasi mahasiswa.

Menurut Maulana, kritik itu berbasis dari pendapat atau aduan mahasiswa yang dihimpun lewat kuisioner maupun secara langsung. Mereka juga safari ke enam organisasi mahasiswa yang ada di FH.

Sementara itu, menanggapi ini, Wakil Dekan III FH Unib, Edra Sutmaidi membenarkan pembekuan BEM fakultas. Edra mengklaim pembekuan itu sudah sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku di Unib.

Ia mengatakan kebebasan berpendapat memang dijamin konstitusi. Ia juga menilai wajar jika mahasiswa bersikap kritis. Namun, kata dia, hal itu tak boleh menabrak hukum dan etika. “Apa yang mereka lakukan tanpa dasar, tidak sesuai aturan dan etika yang merugikan FH Unib,” jelas Edra, seperti dilansir dari tempo.co.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here