Beranda Daerah Bengkulu Laporan Kasus Desa Tanjung Aur Ditembuskan ke Kejati Bengkulu

Laporan Kasus Desa Tanjung Aur Ditembuskan ke Kejati Bengkulu

246
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Keseriusan warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje Kabupaten Kaur untuk melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang Kepala Desanya berinisial SU ke aparat penegak hukum sepertinya tidak main -main.

Terbukti, setelah sebelumnya melayangkan laporannya ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur, Selasa (22/6/2021) siang, tiga orang perwakilan Desa Tanjung Aur yakni, Dedi Suryadi sebagai anggota BPD, bersama Ali Imron Sekretaris BPD, serta salah seorang warga Erlan, berangkat ke Kota Bengkulu dan meneruskan laporannya ke pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

“Sebagaimana diketahui kami hari ini menyampaikan surat pelaporan atas dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan oleh SU yang tidak lain sebagai Kepala Desa Tanjung Aur Kecamatan Maje kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu,” ujar Dedi kepada awak media.

Adapun isi laporan ini, lanjut Dedi, berkaitan dengan pembagian bantuan BLT-DD tahun 2020 yang diduga syarat dengan rekayasa. Pelaporan ini menurutnya ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kaur di Padang Kempas dan ditembuskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati).Bengkulu di Kota Bengkulu.

Perwakilan warga Desa Tanjung Aur

“Pada hari ini, Selasa 22 Juni 2021, kami bertiga sengaja berangkat dari kabupaten Kaur menuju Kota Bengkulu. Maksud dan tujuan kami tidak bukan untuk menyampaikan tembusan pelaporan yang sudah kami masukan di Kantor Kejaksaan Negeri Kaur pada hari Senin kemarin tanggal 21 Juni 2021,” tambahnya.

“Terutama menyangkut dengan hak masyarakat banyak, menurut temuan kami sekitar 27 orang bahkan bisa lebih jumlah penerima BLT-DD tahun 2020 yang diduga direkayasa, setelah kami lacak dan disesuaikan dengan kwitansi, nama – nama yang yang bersangkutan saat kami hubungi menyampaikan tidak pernah menerima bantuan,” Erlan menambahkan.

Lebih lanjut, Erlan mengungkapkan, nama – nama ini memang warga desa Tanjung Aur dan saat ini mereka sudah lama pindah ke Lampung, dan anehnya, empat warga yang sudah meninggal dunia bisa menandatangani kwitansi bermaterai 6000 yang dilampirkan dalam laporan pertanggungjawaban Dana Desa Tanjung Aur tahun 2020.

“Oleh sebab itu kami bertiga sebagai pelapor mewakili warga desa sangat mengharapkan kiranya agar laporan yang sudah kami masukan ini dapat diusut tuntas oleh pihak Kejaksaan,” tutup Erlan.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here