Beranda Daerah Bengkulu LMP Menang di PTUN, ‘Seret’ Erfil dan Netty ke Ranah Hukum

LMP Menang di PTUN, ‘Seret’ Erfil dan Netty ke Ranah Hukum

723
0
BERBAGI
Chairuddin MDK

BENGKULU, WN  – “LMP (Laskar Merah Putih) menang di PTUN DKI Jakarta, ‘Seret’ Ade Erfil Manurung dan Netty ke ranah hukum. Keduanya adalah aktor intlektual yang harus bertanggungjawab atas rekayasa terbitnya AHU KemenkumHAM RI. Ade berperan sebagai Ketua Umum LMP ‘bohongan’ dan Netty adalah Notaris yang mengesahkan ‘kebohongan’ Erfil melalui Akte Perubahan Nomor 8 tanggal 30 Desember 2019 !!”.

Demikian ditegaskan Kamada LMP Provinsi Bengkulu, Chairuddin MDK saat menjawab pertanyaan wartawan media online Wajah Nusantara.com, Sabtu 12 Juni 2021, terkait majelis Hakim PTUN DKI Jakarta yang mengabulkan seluruh gugatan LMP dan menyatakan batal atau tidak sahnya Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU 00978.AH.01.08 tahun 2020.

Amar Putusan Hakim PTUN DKI Jakarta

“Kami seluruh keluarga besar Laskar Merah Putih sudah cukup lama dizalimi, diadu domba dengan  cerita-cerita bohong Ade Erfil Manurung hanya untuk mempertahankan status quo jabatannya sebagai  Ketua Umum dengan cara-cara kotor. Lihat di Medsos, hampir setiap saat para pengikut Ade Erfil Manurung membuli, mencaci-maki, menghina, bahkan mengancam akan melucuti pakaian seragam Laskar Merah Putih di bawah kepemimpinan Ketua Umum HM Arsyad Cannu. Itu semua merupakan bukti ‘dosa’ organisasi yang wajib dia pertanggungjawabkan baik oleh Ade Erfil Manurung maupun Netty Resmawati,” kata Chairuddin, MDK, dengan suara bergetar karena begitu geram.

“Ingat, Laskar Merah Putih bukan Perseroan Terbatas (PT) yang isinya hanya beberapa orang. Laskar Merah Putih adalah Ormas besar tempat berhimpunnya para anak bangsa di seluruh nusantara dengan satu tekad mulia mempertahankan NKRI ‘harga mati’. Jadi terlalu naïf jika dijadikan ‘alat’ kepentingan seorang Ade Erfil Manurung. Terlalu naïf,” ujarnya Chairuddin lagi.

Menjawab pertanyaan mengapa Ade Erfil Manurng dan Netty Resmawati (Notaris) yang dijadikan ‘sasaran tembak’ untuk ‘diseret’ ke Ranah Hukum, menurut Chairuddin, karena dalam Amar Putusan Majelis Hakim PTUN DKI Jakarta dengan tegas menyebutkan, selain menyatakan AHU ‘produk’ KemenkumHAM RI dengan Ketua Umum Ade Erfil Manurung tidak sah, jabatan Ade Erfil Menurung sebagai Ketua Umum Mabes Laskar Merah Putih juga tidak sah.

Itu artinya, lanjut Chairuddin, Majelis Hakim PTUN DKI Jakarta juga berpendapat bahwa  akte perubahan Notaris Netty Resmawati, SH Nomor 8 tanggal 30 Desember 2019 tentang memilih, menetapkan dan mengesahkan Ade Erfil Manurung dan Neneng A Tuty sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Markas Besar Laskar merah Putih hasil musyawarah besar di Karawang, Jawa Barat tidak sah.

“Antara kedua orang itu (Erfil Manurung – Netty ResmawatI) ada ‘benang merahnya’. Ada keterkaitan satu sama lain. Ade Erfil Manurung sebagai ‘aktor’ pemeran utama dalam kezalim tersebut, sedangkan Netty sebagai penulis skenario dalam kapasitasnya sebagai Notaris. Mereka berdua berkolaborasi membuat cerita bohong  secara terstruktur dan sistematis  untuk mengelabui Kemenkum HAM RI dalam menerbitkan AHU. Jika menelaah alurnya, Kemenkum HAM RI juga sepertinya terjebak dalam permainan Ade Erfil Menurung dan Netty Resmawati,” papar Chairuddin.

Disinggung tentang siapa yang memiliki kapasitas untuk untuk meminta pertanggungjawaban kepada Ade Erfil Manuirung dan Netty Resmawati, secara spontan Chairuddin MDK menunjuk Ketua Umum Mabes Laskar Marah Putih, HM Arsyad Cannu dan MTDP (Majelis Tinggi Dewan Pendiri).

“Ketum dan MTDP yang paling dirugikan baik moril maupun materil. Bayangkan, satu tahun lebih Ketum di belenggu peran dan fungsinya sebagai orang nomor satu di Markas Besar Laskar Merah Putih. Itu belum termasuk berapa biaya yang sudah dikeluarkannya akibat ulah  seorang Ade Erfil Manurung yang ngotot menjadi Ketua Umum. Sementara, untuk MTDP juga sama. Jadi saya berpendapat, Ketum dan MTDP harus meminta pertanggungjawaban kepada kedua orang tersebut,” tutup Chairuddin MDK.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here