Beranda Daerah Bengkulu Minim Anggaran, KONI Batalkan Sepakbola Berangkat ke PON Papua

Minim Anggaran, KONI Batalkan Sepakbola Berangkat ke PON Papua

374
0
BERBAGI
Tim Sepakbola Porwil Bengkulu (doc/net)

Lolos Setelah 30 Tahun Absen, Hanya Kirim Cabor Berpotensi Raih Medali 

BENGKULU, WN – Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Provinsi Papua, Oktober 2021 mendatang, Provinsi Bengkulu dipastikan hanya akan mengirimkan 37 orang atletnya yang akan turun di 15 Cabang Olahraga (Cabor), minus Sepakbola dan renang yang batal berangkat. Selain itu, jumlah panitia juga dibatasi hanya 10  orang. Lima diantaranya adalah aparat kepolisian untuk pengamanan.

Diketahui, ini kali pertamanya Sepakbola Bengkulu kembali lolos ke PON setelah sempat absen selama hampir 30 tahun lamanya.

Plt.Ketua KONI Bengkulu Sanuludin (doc/net)

Hal ini disampaikan oleh Plt Ketua Umum KONI Bengkulu Drs Sanuludin, disela-sela agenda Rakerprov KONI, Selasa (17/5) siang. Dijelaskannya, beberapa Cabor yang terpaksa dikurangi atletnya diantaranya adalah Tinju yang semula ada 8 atlet menjadi 2 atlet dan Muaythai dari 7 menjadi 2. Padahal semula, sudah ada 17 Cabor yang didaftarkan.

“Sepak bola jumlahnya banyak. Ada 22 pemain. Jadi berat di biaya. Kalau renang, dua atletnya mengundurkan diri. Mereka minta supaya tuntutan reward di masa KONI sebelumnya bisa dipenuhi dulu. Saya kira itu wajar. Tapi itu kan tuntutan di masa sebelumnya. Di masa yang kini kan tidak ada,” kata Sanuludin.

Ia menjelaskan, keputusan (pengurangan Cabor-red) itu semata-mata diambil karena anggaran yang terbatas. Meski dilakukan oleh Pengprov masing-masing, Sanuludin menegaskan KONI akan tetap memantau. “Kami akan tetap memantau. Termasuk mereka yang melaksanakan TC di luar Bengkulu. Nanti begitu mendekati jadwal pemberangkatan, semua akan dikumpulkan dan diurus oleh KONI,” ujarnya.

Menurutnya, KONI Bengkulu juga telah memutuskan tak ada pemusatan latihan atau TC (Training Center) di satu titik. TC dikembalikan ke Pengprov Cabor masing-masing. “Soal persiapan PON sudah diputuskan tidak ada Pelatda terpusat. Pelatda dikembalikan ke Pengprov Cabor masing-masing atau Pelatda mandiri. KONI akan memenuhi apa yang menjadi kebutuhan sesuai dengan apa yang sudah dianggarkan,” kata Sanuludin.

Ia juga memastikan KONI akan memfasilitasi para atlet untuk mengikuti tes atau pemeriksaan kesehatan, seperti PCR dan rapid tes antigen guna memastikan mereka tidak terpapar Covid-19. “Kita sudah surati dinas terkait untuk vaksin. Pesan KONI Pusat, vaksinasi tidak boleh dilakukan dekat-dekat hari karena bisa dianggap doping. Suratnya belum dibalas. Jadi kami masih menunggu jawaban kapan bisa divaksinasi,” katanya.

“Kalau Cabor tidak diberangkatkan nanti ada konsekuensi dari induk cabornya di  pusat. Jadi kita juga mempertimbangkan kepentingan yang jauh kedepannya. Makanya jumlah atletnya saja yang dikurangi tapi Cabornya tetap ikut,” jelas Sanuludin. Selain itu, KONI juga mempertimbangkan arahan Gubernur yang minta agar atlet dan Cabor yang diberangkatkan adalah yang benar-benar berpotensi meraih medali. Itu sebabnya, KONI mengurangi jumlah atlet yang berangkat.

Terkait  ketersediaan anggaran, Sanuludin mengatakan KONI hanya akan menggunakan dana yang sudah diploting saja yakni sebesar Rp 4 milyar. KONI belum mengajukan usulan tambahan di APBD Perubahan. “Kalau APBD Perubahan itu kan belum tahu kapan. Jadi kami mau yang pasti-pasti saja dan kami juga tidak mau terbebani,” katanya.

Melansir RRI.co.id, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Bengkulu Atisar Sulaiman mengatakan bagi Cabor yang tidak diberangkatkan tetap akan diperhatikan. Diantaranya memfasilitasi mereka dengan kegiatan atau even berskala lokal. Wakil Ketua I KONI Bengkulu ini juga menambahkan, selain soal kemampuan anggaran yang terbatas, kondisi Covid-19 juga menjadi faktor yang dipertimbangkan sehingga jumlah Cabor dan atlet yang akan diberangkatkan terpaksa dikurangi.

Audy : Sangat Disayangkan Bengkulu Tanpa Sepakbola

Sementara itu, Sekretaris ASPROV PSSI Bengkulu Audy Rahmat mengatakan, selain karena faktor finansial, tidak diberangkatkannya Cabor sepak bola juga karena alasan keamanan. Meski mengaku kecewa berat, namun ASKAB PSSI mau tak mau menerima keputusan itu.

Audy mengaku, saat ini pihaknya juga sedang menunggu perkembangan saja. Meski sudah diputuskan tidak diberangkatkan, ASKAB PSSI masih berharap ada perubahan dan akhirnya bisa ikut berangkat ke Papua. Menurut Audy, yang perlu dipertimbangkan semua pihak adalah bahwa sepak bola Bengkulu sudah 30 tahun tidak pernah lagi tampil di PON. Karena itu ketika bisa kembali lolos maka sangat disayangkan jika Bengkulu malah tak mengirim sepak bola.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here