Beranda Daerah Bengkulu MK Tolak Gugatan AIR, Rohidin – Rosjonsyah Resmi Menangkan Pilgub 2020

MK Tolak Gugatan AIR, Rohidin – Rosjonsyah Resmi Menangkan Pilgub 2020

296
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Setelah melewati berbagai proses dan mekanisme Pemilu, KPU Provinsi Bengkulu akhirnya resmi menetapkan pasangan calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 2, Rohidin Mersyah – Rosjonsyah sebagai pemenang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu tahun 2020.

Keputusan ini berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka Penetapan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu tahun 2020, yang digelar Kamis 18 Februari 2021.

“Menetapkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu tahun 2020 adalah, Paslon dengan perolehan suara terbanyak, yaitu Paslon nomor urut 2 atas nama Dr. H. Rohidin Mersyah dan Dr. E. H. Rosjonsyah,” kata Ketua KPU Provinsi Bengkulu Irwan Saputra.

Rohidin – Rosjonsyah ditetapkan sebagai pemenang Pilgub dengan raihan suara sebanyak 418.080 atau 41,20 persen dari total suara sah.

MK Tolak Gugatan Agusrin – Imron

Diketahui sebelumnya, Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan gugatan yang dilayangkan Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu nomor urut 3 Agusrin M Najamudin dan Imron Rosyadi (AIR) melalui tim kuasa hukumnya tidak dapat diterima. Hal ini praktis, membuat Paslon nomor urut 2 Rohidin Mersyah dan Rosjonsyah dapat segera dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu terpilih.

Tim Kuasa Hukum Rohidin-Rosjonsyah, Jecky Haryanto mengatakan, dengan telah dikeluarkannya putusan ini maka tidak ada lagi upaya-upaya hukum lain yang bisa ditempuh oleh Paslon nomor urut 3.

“Selesai sudah pembacaan putusan Pilgub Bengkulu perkara nomor 78 oleh sembilan hakim konstitusi, yang putusannya menyatakan permohonan paslon nomor urut tiga ini tidak dapat diterima. Setelah selesai ini maka tidak ada lagi lanjutan sidang maupun upaya-upaya hukum lain terkait dengan sengketa pilkada Pilgub Bengkulu ini,” kata Jecky didampingi Aan Julianda usai mengikuti sidang MK di Jakarta, Selasa 16 Februari 2021.

“Untuk ke depan tinggal kita dari pihak terkait mempersiapkan diri untuk pelantikan sebagai pemenang Pilkada Bengkulu gubernur terpilih,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sidang sebelumnya tim kuasa hukum Rohidin – Rosjonsyah menilai syarat formil gugatan yang dilayangkan Agusrin – Imron ke MK tidak terpenuhi.

“Mengacu pada pasal 158 terkait dengan syarat ambang batas 1,5 persen dari jumlah penduduk. Kemudian kedudukan hukum terkait juga dengan persoalan legal formil terkait pengajuan permohonan yaitu syarat 1,5 persen dari jumlah penduduk. Syarat itu tidak terpenuhi oleh permohonan pemohon karena selisih antara paslon 3 dan 2 ini adalah sebesar 14,7 persen. Sehingga menurut hemat kita permohonan pemohon tidak memenuhi syarat formil, tidak dapat diterima atau permohonan pemohon dalam eksepsi tidak dapat diterima,” jelas Jecky.

Selain itu, ia juga berpandangan bahwa dalil-dalil yang disampaikan pemohon dalam pokok perkara hanya terkait dengan dugaan pelanggaran – pelanggaran yang terjadi di Pilgub Bengkulu 2020, bukan selisih perhitungan suara. Sedangkan kewenangan menangani pelanggaran ada pada Bawaslu.

“Menurut kita (dugaan) pelanggaran-pelanggaran itu semestinya adalah kewenangan Bawaslu melalui Gakkumdu kalau ada pelanggaran – pelanggaran. Tetapi ini didalilkan, dijadikan, dimasukkan permohonan ke Mahkamah Konstitusi. Sementara kewenangan MK adalah terkait perselisihan hasil perhitungan,.bukan penanganan pelanggaran – pelanggaran seperti yang didalilkan oleh pemohon,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here