Beranda Daerah Bengkulu Disebut ‘Nunggak’ SPP Rp 11,9 Juta Wali Murid SDIT Al Hasanah Disomasi...

Disebut ‘Nunggak’ SPP Rp 11,9 Juta Wali Murid SDIT Al Hasanah Disomasi Sekolah, Walikota ‘Kembali’ Turun Tangan

134
0
BERBAGI

Helmi Hasan Kirim Advokat

BENGKULU, WN – Lantaran disebut-sebut menunggak biaya SPP hingga mencapai Rp 11,9 juta, salah seorang wali murid di SDIT Al Hasanah, Siti Masroha disomasi oleh pihak sekolah.

Somasi tersebut dikirimkan pihak sekolah melalui advokat Benni Ridho. Dalam surat somasi, pihak sekolah meminta agar Siti Masroha segera melunasi kewajiban keuangan tersebut.

Atas surat itu, Siti mengadukan permasalahannya ke Walikota Bengkulu. Dia bilang, ia saat ini sudah tak mampu membayar tunggakan tersebut karena memang kondisi keuangan tak mampu. Saat ini, anaknya yang harusnya duduk di kelas 1 SMP. Tapi sempat ‘nganggur’ setahun saat kelas 6 SD karena nunggak SPP.

Saat ini, anaknya hanya bisa belajar ngaji dan tidak sekolah. Untuk pindah sekolah, ia diwajibkan untuk bayar tunggakan terlebih dahulu. “Untuk hal tersebut, kami mohon kiranya Bapak/Ibu dapat selaku orang tua dari ananda, untuk segera menyelesaikan kewajiban keuangan ananda kepada pihak sekolah,” demikian tulis Benni, dalam suratnya, seperti dilansir dari pedomanbengkulu.com.

Ketika dikonfirmasi, Benni Ridho membenarkan surat tersebut. Terkait kronologis sebenarnya, ia mengatakan orangtua siswa lebih tahu ceritanya. “Kami dari pihak sekolah, sekolah swasta minta solusi dan penyelesaian,” kata dia.

Walikota Bengkulu, Helmi Hasan

Mendapat info tersebut, Walikota Bengkulu Helmi Hasan langsung merespon pengaduan Siti Masroha. Menindaklanjuti hal tersebut, Helmi pun langsung mengutus pengacara untuk mengadvokasi siswa tersebut. “Pengacara ini ditugaskan mengecek langsung kondisi keluarga Siti Masroha,” kata Helmi, Kamis (2/9).

Selain melakukan pengecekan kondisi keluarga, Helmi juga meminta pengacara ini melaporkan kasus tersebut ke Komnas HAM dan KPAI. “Karena menurut kami siswa tersebut telah dirugikan. Sudah setahun ini, anak itu tidak sekolah lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Benni Hidayat SH yang diutus oleh Walikota Bengkulu, mengaku siap untuk mengadvokasi siswa tersebut. “Kami telah menemui Ibu Masroha dan melihat kondisi yang bersangkutan,” ucap Benni.

Dia pun berencana akan segera melakukan langkah-langkah hukum terkait hukum terkait permasalahan ini. “Kita berharap ada jalan terbaik yang bisa didapat. Dan memang, dari info yang kami dapat, tidak cuma Ibu Masroha saja yang disomasi oleh pihak sekolah,” kata dia.

“Orangtua murid ekonominya merosot sejak tahun 2018, sehingga ia tak mampu melunasi pembayaran sekolah. Yang seharusnya saat ini murid itu duduk dibangku kelas VII SMP,” tambahnya.

Benni juga menjelaskan pihak keluarga bersama pemerintah setempat telah mendatangi pihak sekolah dan memediasi permasalahan tersebut, namun tak membuahkan hasil. “Walaupun sudah menunjukkan surat keterangan tidak mampu yang dikeluarkan Kelurahan Padang Serai Kecamatan Kampung Melayu juga tak membuahkan hasil,” ujar Benni.

Terkait masalah tersebut, Benni akan menempuh jalur hukum. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Komnas HAM dan Komnas Perlindungan Anak. “Tadi kami telah berkoordinasi LBH Perlindungan Perempuan dan Anak, karena kami melihat ada sisi kemanusiaan dan hak anak mendapat pendidikan di permasalahan ini,” ujar Benni.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here