Beranda Daerah Bengkulu Oknum Pejabat Diknas Seluma Diduga Lecehkan Guru SMP, Minta Peluk Cium Hingga...

Oknum Pejabat Diknas Seluma Diduga Lecehkan Guru SMP, Minta Peluk Cium Hingga Ngajak ke Jakarta

187
0
BERBAGI

SELUMA, WN – Salah seorang oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten (Diknas) Seluma diduga telah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap salah seorang tenaga pendidik atau guru SMP di Kabupaten Seluma, sebut saja Kembang (nama samaran, red).

Kepada awak media, korban mengaku bahwa perlakuan tak senonoh ini terjadi saat ia dan empat rekannya berkunjung ke Diknas Kabupaten Seluma untuk urusan kedinasan, pada 2 Juli 2021 lalu.

“Saat itu saya dipanggil untuk urusan dinas dan saya masuk ke ruangan dia berlima dengan rekan-rekan saya, kami tiga orang perempuan dan dua orang laki-laki, untuk mendapat arahan tentang kegiatan,” tutur Kembang, Senin (12/7) lalu.

Diceritakannya, dugaan tindakan pelecehan tersebut terjadi saat ia akan meninggalkan ruangan. Saat kesemua rekannya sudah keluar, pelaku tiba-tiba menghadang dan justru mengatakan ingin mencium dirinya, namun spontan ditolak korban.

“Setibanya di kantor Diknas, kami langsung masuk ruangan mendengarkan arahan-arahan beliau masalah pekerjaan. Setelah selesai kami langsung pamit keluar, dan kebetulan saya yang belakangan langsung dihadang dan dipeluk pelaku serta mengatakan ingin mencium saya. Saya kaget dan meronta sehingga saya bisa keluar dari dalam ruangan tersebut, saya juga gemetar dan nangis pada saat itu,” paparnya.

“Pas dia bilang saya mau cium kamu, saya bilang saya enggak mau pak. Saya berdiri, saya berlari tapi dia hadang, karena saya terhalang kursi, lalu saya muter keliling meja tamu dia, dan dia hadang saya lagi. Dia berusaha memeluk saya, saya nunduk dan saya dorong, dan saya tendang meja kaca di ruang tamu dia, sehingga dia terjatuh, saya lari keluar pintu,” ungkapnya lagi.

Setelah berhasil keluar, korban mengaku langsung menangis karena takut dan badannya gemetaran. “Setelah berhasil keluar, sesampainya di depan pintu itu banyak staf. Salah satu staf perempuan saat itu manggil saya, bu katanya, ada apa bu saya bilang, akhirnya saya temui staf itu saya peluk staf itu terus masuk ke ruang bidang. Saya temui dan saya nangis bersama staf itu di situ. Karena saya merasa emosi jadi saya hanya nangis dengan staf tersebut, karena apa yang sudah dilakukan itu di luar perkiraan saya, sangat menakutkan membuat saya gemeteran,” ujarnya.

Melansir Garudadaily, menurut korban, sebelumnya oknum pejabat tersebut juga pernah diduga melakukan pelecehan verbal terhadap dirinya, yang pertama pada tahun 2020, yang kedua pada Mei 2021 di Balai Adat Seluma.

“Dia pernah bilang ngajak ke Jakarta, gampang kok nanti tinggal sama orang rumah, nanti saya bikinkan surat, gampang di Jakarta itu enggak pakai rapid tes hanya di bandara saja. Maaf pak saya tidak mau saya bilang begitu, saya bisa ke Jakarta sendiri saya bilang begitu. Nah dia berusaha, ayo bu nyanyi atau kita berdua saja nyanyi gimana. Saat itu kawan saya juga mendengar perkataan yang tidak etis diucapkan seorang pejabat seperti dia itu. Jadi saya merasa tidak nyaman kalau harus berdiskusi atau ngobrol dengan dia,” bebernya.

Lantaran tindakan oknum tersebut dinilai sudah di luar kewajaran, korban akhirnya menceritakan hal ini kepada pihak keluarga dan berencana membuat laporan ke pihak berwajib. Termasuk meminta perlindungan kepegawaian tempatnya bekerja. “Saya sudah diskusi dengan keluarga juga, saya akan melapor ke yang berwajib maupun minta perlindungan kepegawaian di tempat saya bekerja,” pungkasnya.

Diketahui, hingga saat ini permasalahan tersebut masih dalam penanganan Dinas Pendidikan Seluma dan belum dilanjutkan ke pihak penegak hukum. Selain itu, korban juga mengaku baru bertemu Wakil Bupati Seluma guna mengklarifikasi masalah tersebut. Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, para awak media masih berupaya meminta klarifikasi langsung kepada oknum pejabat tersebut terkait dugaan pelecehan seksual itu. (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here