Beranda Daerah Bengkulu Pemkab BU Tunggak Pajak Randis Nyaris Rp 2 M Sejak 2012, Sekretaris...

Pemkab BU Tunggak Pajak Randis Nyaris Rp 2 M Sejak 2012, Sekretaris BKAD Disemprot Dewan

159
0
BERBAGI

Febri Yurdiman : Bikin Malu !!

BENGKULU UTARA, WN
Rapat kerja hearing bersama Legislatif,
antara Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara (BU) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) BU, Selasa (25/05/2021) lalu, memunculkan fakta yang mengejutkan.

Pasalnya diketahui, bahwa Pemda BU ternyata sejak tahun 2012 hingga saat ini masih menunggak pembayaran pajak kendaraan dinas yang nilainya nyaris mencapai Rp 2 milyar. Hal ini juga telah diakui oleh Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Masrup yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Secara tegas, Ketua Komisi I Febri Yurdiman, SE mempertanyakan alasan Pemda BU masih menunggak pajak, yang diketahui sudah terjadi sejak tahun 2012 tersebut berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2020.

“Nilai tunggakan pajak Kendaraan Dinas (Randis) ini sudah sangat besar sekali. Apa kendala dan permasalahannya sehingga memiliki tunggakan pajak bertahun-tahun sampai dengan nominal yang sangat besar,” cecar Febri.

Dalam hal ini ia juga meminta agar Pemda BU segera dapat menyelesaikan permasalahan tunggakan pajak tersebut. Baik dalam hal inventarisasi aset kendaraan, administrasi, hingga pembayaran pajak.

“Pemerintah mau masyarakat taat pajak, tapi di Pemda malah molor pajak. Saya mau ini segera diselesaikan. Inventarisasi, pembayaran, semuanya segera diselesaikan. Jangan bikin malu Pemerintah Daerah,” tambah Febri.

Menjawab hal ini, dilansir dari Merakjat.com, Kepala BKAD Fitriansyah menjelaskan, bahwa penyebab tertunggaknya pajak terdapat pada kendaraan lama yang tidak dilengkapi dengan dokumen, sehingga menghambat proses pembayaran pajak.

Terkait hal ini, ia mengaku pihaknya sudah bersurat ke Pemerintah Provinsi, untuk keringanan administrasi dalam melakukan pembayaran pajak. “Namun ini menyangkut aturan dari pihak lalu lintas (Lantas), jadi belum ada pengecualian,” jelas Fitriansyah.

Ia juga mengamini terkait dengan pernyataan Sekretarisnya, yang mengatakan bahwa tunggakan pajak yang mencapai nilai hampir Rp 2 M. “Ya mungkinlah nilainya segitu,” singkatnya.

Dianjutkan Fitriansyah, selain itu terdapat juga beberapa kendaraan yang sudah dilelang dan kendaraan yang sudah mangkrak (tidak laik pakai), yang nilai pajaknya masih tercatat dan terus berjalan.

Maka dari itu, pihaknya akan segera melakukan pendataan terhadap seluruh aset Randis Pemkab BU, serta aset Randis hibah yang berada di organisasi vertikal. “Kita akan melakukan pendataan, aset mana saja yang layak pakai dan tidak,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here