Beranda Headline Per Maret 2021, Bengkulu Ranking 2 Provinsi Termiskin se-Sumatera

Per Maret 2021, Bengkulu Ranking 2 Provinsi Termiskin se-Sumatera

295
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Bengkulu hingga saat ini ternyata belum mampu lepas dari predikat sebagai provinsi termiskin, baik di tingkat regional maupun nasional.

Buktinya, dari data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu per Maret 2021, kemiskinan di Bengkulu saat ini menempati peringkat ke-2 tertinggi di pulau Sumatera dengan persentase jumlah penduduk miskin sebesar 15,22 persen.

Didapatkan juga fakta bahwa angka kemiskinan Bengkulu ini ternyata lebih tinggi dari persentase penduduk miskin nasional yang hanya mencapai 10,44 persen.

Beruntung, posisi provinsi ke-26 termuda di Indonesia ini pada ‘klasemen kemiskinan’ tersebut masih lebih baik dan satu tingkat di bawah Provinsi Aceh yang menempati peringkat pertama sebesar 15,33 persen.

Persentase kemiskinan provinsi di pulau Sumatera

Sementara itu, tingkat kemiskinan terendah di pulau Sumatera diraih oleh Provinsi Bangka Belitung dengan persentase kemiskinan hanya 4,90, yang hampir menyamai Provinsi Bali sebesar 4,53 persen sebagai angka kemiskinan terendah di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Win Rizal, Kamis (15/7/21) lalu kepada wartawan. membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, pada bulan Maret 2021 jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu naik sebesar 3.421 orang atau total mencapai 306.000 (15,22 persen) dibandingkan dengan bulan Maret tahun 2020 lalu, yakni sebanyak 302.579 orang (15,03 persen).

“Dihitung dari jumlah penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, persentase kenaikannya mencapai 15,22 persen dari jumlah penduduk,” kata Rizal.

Rizal mengatakan persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada tahun lalu sebesar 14,77 persen dan naik menjadi 15,10 persen pada Maret 2021. Begitu juga persentase penduduk miskin di daerah pedesaan, pada Maret 2020 sebesar 15,16 persen, naik menjadi 15,28 persen pada Maret 2021.

“Selama periode ini, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 1.913 orang, dari 98.550 orang menjadi 100.463 orang orang. Begitu juga di daerah pedesaan meningkat sebanyak 1.508 orang, dari 204.029 orang, menjadi 205.537 orang,” kata dia dilansir Nusapedia.net.

Ditambahkannyq, angka garis kemiskinan juga naik sebesar 3,5 persen yaitu dari Rp 527.031 per kapita per bulan pada Maret 2020 menjadi Rp 548.934 per kapita per bulan pada Maret 2021.

Ia juga menjelaskan, bahwa peranan komoditi makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Disamping itu, menurutnya sumbangan garis kemiskinan makanan terhadap garis kemiskinan periode ini tercatat sebesar 74,33 persen. Kondisi ini mengalami peningkatan jika dibanding tahun lalu yaitu sebesar 73,89 persen.

Adapun tingkatan persentase kemiskinan Provinsi di pulau Sumatera per Maret 2021 dapat dirincikan sebagai berikut :

1. Provinsi Aceh 15,33 %
2. Provinsi Bengkulu 15,22 %
3. Provinsi Sumatera Selatan 12,84 %
4. Provinsi Lampung 12,62 %
5. Provinsi Sumatera Utara 9,01 %
6. Provinsi Jambi 8,09 %
7. Provinsi Riau 7,12 %
8. Provinsi Sumatera Barat 6,63 %
9. Provinsi Kepulauan Riau 6,12 %
10.Provinsi Bangka Belitung 4,90 % (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here