Beranda Daerah Bengkulu Pungut Uang BLT Warga, 4 Perangkat Desa Air Napal Terjaring OTT Polda...

Pungut Uang BLT Warga, 4 Perangkat Desa Air Napal Terjaring OTT Polda Bengkulu

128
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Polda Bengkulu menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait dugaan tindak pidana korupsi pemungutan uang Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (BLTUMKM) di Desa Air Napal, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), Jum’at (24/09/2021) lalu.

OTT terhadap para perangkat desa tersebut berdasarkan dugaan pemotongan dana yang bersumber dari Program Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) APBN TA. 2021. Kejadian penangkapan ini berlangsung di depan BRI Unit Pondok Kelapa, Jalan Raya Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kepala, Kabupaten Benteng.

“Identitas tersangka berjumlah 4 orang, AN (37) Kepala Dusun 1 Desa Air Napal, Ih (35) Kepala Dusun 2 Desa Air Napal, SM (40) Kasi Pemerintahan Desa Air Napal Berkas, dan LS (42) Sekretaris Desa Air Napal,” ungkap Dirreskrimsus Polda Bengkulu, Khoiril Akbar, S.IK, saat konferensi pers, Minggu (26/09/2022).

Dijelaskannya, pada tahun 2021, di desa Air Napal, Kecamatan Bang Haji, Kabupaten Benteng terdapat 91 pelaku usaha yang mendapatkan BLT-UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM sebesar Rp 2.400.000,-/pelaku usaha yang akan diberikan dua tahap, tahap pertama sebesar Rp 1.200.000.

Kemudian pada Selasa (21/9/2021) sampai dengan Jumat (24/9/2021), terdapat 63 pelaku usaha penerima UMKM desa Air Napal yang melakukan pencairan bantuan tahap pertama di BRI Unit Pondok Kelapa, namun dalam pelaksanaannya pihak perangkat Desa AN selaku Kadun 1, IH selaku Kadun 2 dan SM selaku Kasi Pemerintahan dengan paksaan melakukan pemotongan.

“Pemotongan uang dengan cara meminta pihak pelaku usaha menyerahkan uang bantuan sebesar Rp.300.000, sampai dengan Rp.350.000, kemudian uang diserahkan kepada LS selaku Sekretaris Desa,” ungkapnya.

Lanjutnya, pada saat perangkat desa melakukan pemungutan potongan uang BLT-UMKM dari Mus Mudaya selaku pelaku Usaha di TKP, seluruh pelaku kemudian diamankan oleh penyidik dan didapatkan uang hasil pemungutan.

“Pungutan tersebut sebesar Rp.950.000, selanjutnya dilakukan pengembangan ke LS selaku Sekdes Air Napal ditemukan uang sebesar Rp.9.550.000, sehingga totalnya Rp 10.500.000,” katanya.

Diketahui, dalam OTT tersebut ada beberapa saksi-saksi diantaranya, Mus Mudaya selaku penerima BLT-UMKM, dan Reskan Arip selaku Kades Air Napal. Dan juga terdapat barang bukti lainnya.

“Barang bukti terdiri dari rekap data penerima BLT-UMKM Desa Air Napal dan Uang tunai sebesar Rp 10.500.000, selanjutnya tahap proses penanganan terhadap empat orang dimaksud, menemukan pihak-pihak yang diduga terlibat Melakukan pemberkasan,” tutupnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here