Beranda Daerah Bengkulu Realisasi Akhir Maret 2021, PT. HK Siap Penuhi Tuntutan Warga

Realisasi Akhir Maret 2021, PT. HK Siap Penuhi Tuntutan Warga

372
0
BERBAGI

BENGKULU, WN – Keluhan warga Desa Padang Ulak Tanjung (PUT) Dusun 3 Kecamatan Talang Empat tentang aset desa yang berupa jalan akses tani yang selama ini tidak jelas statusnya akibat pembangunan jalan tol Bengkulu – Lubuk Linggau, akhirnya mendapatkan titik terang dan direspon positif oleh pihak terkait.

Melalui musyawarah ke-2 antara PT. Hutama Karya (HK) Persero dan warga setempat, Selasa (2/3) lalu, PT HK sepakat akan mengabulkan tuntutan warga dengan membuka kembali jalan akses tani yang selama pembangunan jalan tol ini tertutup.

Selain itu, PT HK sebagai pihak pengembang juga berjanji akan memperbaiki fasilitas-fasilitas desa yang terdampak dari aktivitas pembangunan jalan tol tersebut.

“Kami akan memperbaiki fasilitas-fasilitas desa yang terdampak dari aktivitas pembangunan jalan tol ini, baik berupa jalan maupun siring seperti semula lagi. Kemudian jalan akses tani dari dusun tiga ke dusun dua kita buatkan jalannya melewati bawah jembatan tol, dengan lebar badan jalan 4 meter mengikuti jalur jalan lama materialnya rabat beton,” ujar Pinjai, Manager Pelaksana PT HK kepada awak media Wajah Nusantara (WN).

 

Menurutnya, jalan ini akan dibangun dengan material rabat beton, dan akan dimulai pada minggu ketiga bulan Maret ini. Hasil keputusan ini dibuat hitam di atas putih dan ditandatangani semua pihak terkait.

Dalam hal ini PT. HK diwakili oleh Manager Pelaksana, Pinjai beserta staf lainnya, dan dari PT. Hutama Karya Infrastruktur (HKI) diwakili oleh Hera dari tim Design dan pelaksana. Di pihak lain, dari perwakilan Desa PUT diwakili oleh Kadun 3 Sahri, Ibnu Sakri Kadun 2, beserta warga lainnya.

“Namun, jika nanti ada lahan warga yang kita lewati untuk pembuatan jalan ini, kami harap warga bisa menghibahkan tanahnya, karena ini untuk kepentingan kita bersama,” harap Pinjai.

Disisi lain, pihak perwakilan warga desa PUT mengaku menerima keputusan ini dengan cukup puas.

“Kami menerima dengan rasa cukup puas keputusan ini, karena memang tujuan utama kami adalah mempertahankan aset desa yang berupa jalan akses tani dari dusun 3 ke dusun 2, karena masalah ini sudah lama kita perjuangkan,” ujar Apung S salah satu warga.

“Sekarang kita tinggal menunggu pengerjaan dari pihak pengembang yang dijadwalkan pada minggu ke-tiga bulan Maret ini. Jika pada waktunya belum ada tanda- tanda pengerjaan maka kita akan melakukan aksi selanjut nya,” tambah Megi warga lainnya.

Sementara, salah seorang warga terdampak lainnya mengaku merugi selama pembangunan jalan tol ini berlangsung.

“Entah berapa kerugian kami sebagai warga yang terdampak karena tidak ada akses jalan selama ini, ada sekirat 14 warga yang sudah tidak bisa mendapatkan hasil dari kebun, salah satunya saya. Saya ada kebun karet seluas 5 hektar di sana, kalau diestimasikan kerugian antara Rp 10 – 15 juta perbulannya. Mulai bulan Maret 2020,” ujar Erta.

“Kami berencana akan mengklaim ke pihak yang berwenang tentang kerugian kami ini, kami ingin solusi dan tanggapannya” tutup Erta.(ajh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here