Beranda Daerah Bengkulu Sempat DPO, Mantan Ketua DPRD Lebong Akhirnya ‘Nyerah’

Sempat DPO, Mantan Ketua DPRD Lebong Akhirnya ‘Nyerah’

135
0
BERBAGI
Kejari Lebong Arief Indra Kusuma Adi memberi keterangan pers terkait penahanan mantan Ketua DPRD Lebong

Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi Keuangan Sekretariat DPRD Lebong TA 2016

LEBONG, WN – Sempat termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebong bulan lalu, Senin (25/08/2021) sore, didampingi dua orang kuasa hukumnya dari Law Firm Orion Justice Bengkulu, Teguh Raharjo (TREP) yang merupakan mantan Ketua DPRD Lebong periode 2014-2019 menyerahkan diri ke Kejari Lebong.

Usai pemeriksaan dalam kapasitasnya sebagai tersangka, dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi keuangan Sekretariat DPRD Lebong tahun anggaran 2016, Kejari Lebong langsung mengeluarkan surat penahanan TREP, dan dititipkan di rumah tahanan (Rutan) Polres Lebong selama 20 hari ke depan hingga 11 September 2021 mendatang. Namun, dikarenakan kondisi kesehatan, TREP diberikan pembantaran dan tetap dalam kawalan pihak Kejari Lebong, TREP saat ini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Lebong.

Kepala Kejari Lebong Arief Indra Kusuma Adi dalam konferensi pers menyampaikan, TREP didampingi kuasa hukumnya tiba di Kantor Kejari Lebong Senin (24/08/2021) sekitar Pukul 14.00 WIB, setelah mengikuti pemeriksaan oleh tim penyidik Pidsus Kejari Lebong, TREP langsung ditahan dan menjadi tahanan titipan di Rutan Polres Lebong.

“Pada hai Senin (23/08/2021) tersangka TREP yang merupakan salah satu tersangka dalam kasus Dugaan Tipikor pada Anggaran Rutin DPRD Kabupaten Lebong TA 2016, dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), telah menyerahkan diri ke Kantor Kejari Lebong,” ungkap Kajari Lebong.

Dikatakan Arief, bahwa terhadap tersangka TREP, telah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Penyidik Tindak Pidsus Kejari Lebong. Terhadap tersangka TREP juga telah dilakukan pemeriksaan tes Swab Antigen non reaktif dan pemeriksaan kesehatan dalam kondisi tidak sehat meliputi tekanan Darah 167/103 mmHg diagnosagastritss akut dan hipertensi. Pemeriksaan kesehatan tersangka melibatkan tenaga kesehatan dan dokter pada Puskesmas Taba Atas dan RSUD Lebong.

“Kejari Lebong telah menerbitkan surat perintah penahanan terhadap tersangka TREP, dengan jenis tahanan Rutan di Polres Lebong selama 20 hari kedepan, sejak 23 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 11 September 2021. Namun karena kondisi kesehatan tersangka TREP dalam kondisi tidak sehat dan memerlukan perawatan di rumah sakit, maka Kejari Lebong telah mengeluarkan Surat Pembantaran Penahanan terhadap tersangka TREP sementara di RSUD Lebong,” bebernya.

Kemudian untuk proses selanjutnya,lanjut Kajari Arief, saat ini penyidik sedang melakukan pemberkasan, untuk nantinya akan diserahkan kepada tim jaksa peneliti untuk diteliti. “Terkait perkembangan penanganan perkara ini, akan kami sampaikan kepada pimpinan secara berjenjang dan kepada masyarakat pada kesempatan selanjutnya,” pungkasnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here