Beranda Daerah Bengkulu Miris, Bengkulu Batalkan Atlet Renang Peraih 3 Medali Emas ke Papua Hanya...

Miris, Bengkulu Batalkan Atlet Renang Peraih 3 Medali Emas ke Papua Hanya Karena Anggaran

179
0
BERBAGI
Venue Renang di PON Papua (doc/net)

BENGKULU, WN – Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, Oktober 2021 mendatang, Provinsi Bengkulu akhirnya melepas peluangnya untuk berprestasi pada cabang olahraga (Cabor) Renang, akibat tak memberangkatkan salah seorang atlet unggulannya, Sofie Kemala Fatiha yang tercatat pernah memenangkan 3 medali emas untuk Bengkulu !!.

Sofie Kemala Fatiha

Pasalnya, hal ini karena tidak adanya anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk operasional keberangkatan kontingen, serta alasan keamanan yang kurang mendasar, sehingga tidak hanya Cabor renang tapi juga berimbas pada tidak berangkatnya beberapa Cabor lain, seperti sepak bola.

Menanggapi ini, Ketua Umum Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Bengkulu, Erna Sari Dewi menyayangkan langkah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bengkulu yang melepas atlet renang tersebut.

“Sangat disayangkan sekali jika alasannya hanya keterbatasan anggaran, padahal atlet ini sangat berpotensi menang bila bisa mengikuti PON,” kata Erna, Selasa (15/6/21).

Pasca menang di Porwil, hak atlet hingga kini belum diberikan 

Erna juga mengungkapkan, anak asuhnya ini seolah – olah digantung dengan putusan KONI yang tak memberangkatkannya sehingga berpeluang gagal memperkuat Provinsi Bengkulu pada PON dan memilih mengundurkan diri dari Bengkulu.

“Disayangkan, ya. Sudah punya atlet yang bagus dan potensial tapi justru dicampakkan dan tak diberi kepastian diri memperkuat Bengkulu di ajang PON ini. Bahkan hak-haknya juga tidak diberikan setelah menang di ajang Pekan Olahraga Wilayah Sumatera ke-10 tahun lalu, dan lebih parahnya saat ini kontraknya juga tidak mau dicabut oleh KONI sehingga anak ini tidak tahu harus bagaimana,” tambah Erna.

Padahal jika diberi keputusan kontrak, Sofie sendiri kata Erna justru mendapat tawaran untuk membela tuan rumah PON, Papua.

Erna mengaku sangat menyesalkan tindakan Pemprov Bengkulu yang tak memperjuangkan keberangkatan atlet dari beberapa Cabor yang dinyatakan lolos PON. Dari keseluruhan yang dinyatakan berangkat ke laga tersebut, KONI menunjuk 32 atlet dan 52 lainnya dibatalkan.

“Jika alasannya anggaran yang nilainya cuma Rp 4 miliar, kami malah siap jika harus patungan atau mencarikan sumber dananya yang kabarnya butuh Rp 10 miliar,” kata Erna.

Ketum PRSI ini juga meminta agar keputusan KONI dalam membina atlet potensial selalu dikomunikasikan kepada semua pengurus Cabor yang ada. Sehingga kedepannya dalam perhelatan olahraga nasional, Provinsi Bengkulu tidak hanya lagi dikenal dengan korupsinya melainkan potensi dan kompetensi atletnya.

“Evaluasilah pengurus KONI ke depan supaya tidak menyia-nyiakan potensi yang ada. Jangan seolah Gubernur Bengkulu ini tidak dukung atletnya sendiri,” pungkas Erna.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here