Beranda Daerah Bengkulu Tarif Parkir Pantai Zakat Super Mahal dan Tanpa Karcis, Jukir Diduga Ilegal

Tarif Parkir Pantai Zakat Super Mahal dan Tanpa Karcis, Jukir Diduga Ilegal

250
0
BERBAGI

Masyarakat Merasa Tak Nyaman dan Minta Pemda Segera Lakukan Penertiban

BENGKULU, WN – Carut marut pengelolaan parkir di Kota Bengkulu tampaknya masih menjadi PR besar bagi Pemerintah Daerah. Pasalnya, masih ada ditemukan para juru parkir (Jukir) yang menerapkan tarif seenaknya dan cenderung disinyalir ilegal. Hal ini seperti yang terjadi di kawasan Pantai Zakat Kota Bengkulu.

Dari informasi yang diterima redaksi Wajah Nusantara.com dari beberapa warga pengunjung Pantai Zakat, mereka mengeluhkan mahalnya tarif parkir di luar ketentuan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah.

Lokasi parkir Pantai Zakat (doc/WN)

Menurut Wahyu, salah seorang pengunjung Pantai Zakat, ia terpaksa harus membayar tarif parkir mobilnya sebesar Rp 10 ribu.

Padahal, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kota Bengkulu nomor 7 tahun 2011 tentang retribusi pelayanan parkir, tarif kendaraan roda dua hanya sebesar Rp 1.000 dan kendaraan roda empat Rp 2.000.

“Jujur, saya agak kaget ketika dia (Jukir, red) meminta uang parkir sebesar Rp 10 ribu, sesaat setelah saya memarkirkan mobil di kawasan Pantai Zakat,” ujar Wahyu.

Selain itu, menurutnya, para Jukir ini terlihat tidak dilengkapi dengan identitas resmi Jukir seperti nametag parkir dan juga tidak memberikan karcis parkir. Bahkan ia menilai pelayanan Jukir ini juga tidak maksimal.

“Saat kami sekeluarga ingin keluar dari lokasi pantai, para Jukir ini sama sekali tidak membantu memandu mobil keluar dan terlihat cuek, padahal kami sudah bayar semahal itu,” jelasnya. Sementara itu, pengunjung lainnya yang menggunakan kendaraan jenis sepeda motor, diakuinya membayar parkir sebesar Rp 5 ribu.

“Ada saya lihat juga waktu itu di lokasi, ibu-ibu pakai motor diminta bayar parkir Rp 5 ribu. Padahal sebenarnya kalaupun tarifnya menjadi Rp 2 ribu, itu menurut saya masih wajar daripada tarif yang diberlakukan mereka saat ini,” tambah pria asal Seluma ini.

Ia pun berharap agar pihak instansi terkait maupun pemerintah daerah bisa melakukan penertiban para Jukir nakal ini, karena menurutnya disamping membuat pengunjung tidak nyaman, juga berpengaruh dengan promosi potensi pariwisata di Bengkulu.

“Jangan sampai gara-gara tarif parkir yang diluar kewajaran ini, masyarakat mengeluh dan enggan datang ke Pantai Zakat. Akhirnya potensi atau image pariwisata kita menurun di mata publik dan PAD menjadi rendah/kecil karena sepinya pengunjung. Ini juga bisa mematikan potensi ekonomi warga yang berdagang di sana,” jelas Wahyu.

Usaha penyewaan ban warga sekitar sebagai potensi ekonomi rakyat

Terpisah, dari penelusuran yang dilakukan tim Wajah Nusantara.com (WN) di lapangan, hal yang dilaporkan warga ini terbukti benar. Tarif parkir mobil Rp 10 ribu, motor Rp 5 ribu, dan tanpa ada bukti retribusi atau karcis yang diberikan para Jukir yang disinyalir liar ini.

Tampak beberapa laki-laki tanpa tanda pengenal maupun atribut Jukir resmi secara bergantian memandu masuknya kendaraan ke lokasi parkiran pantai Zakat tersebut.

Saat ditanya mengapa tarifnya sangat mahal ini, salah seorang Jukir menjawab memang tarifnya sudah ‘segitu’, tanpa mau menjelaskan siapa yang menetapkan tarif tersebut. “Sudah segitu bang harganya disini,” ujarnya sembari pergi meninggalkan pengunjung yang sudah membayar parkir.

Dari pantauan awak media, tampak di lokasi berjejer puluhan mobil maupun sepeda motor yang terparkir, yang jika dikalkulasikan keuntungan para Jukir ini bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah perharinya, dan belum bisa dipastikan masuk tidaknya setoran parkir tersebut ke kas daerah sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Diketahui, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak terkait (Instansi maupun Pemda Kota) mengenai persoalan parkir di Pantai Zakat ini.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here