Beranda Daerah Bengkulu Terapkan Prokes Ketat di Masa Tatap Muka, SMKN 6 : Tanpa Masker...

Terapkan Prokes Ketat di Masa Tatap Muka, SMKN 6 : Tanpa Masker Dilarang Masuk !!

297
0
BERBAGI
Proses pembelajaran tatap muka masa pandemi. (doc/wn)

// Minim Tempat Cuci Tangan dan Masker, Sekolah Harapkan Bantuan Pemerintah

KOTA BENGKULU, WN – Diizinkannya kegiatan pembelajaran tatap muka oleh pemerintah Kota Bengkulu, praktis mewajibkan semua sekolah di Kota Bengkulu untuk menerapkan protokol kesehatan (Prokes) ketat.

Belajar tatap muka dengan prokes covid 19. (doc/wn)

Salah satunya, seperti di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kota Bengkulu yang berkomitmen menerapkan Prokes ketat bagi seluruh warga sekolahnya.

Pantauan awak media Wajahnusantara.com (WN) di lapangan, sekolah yang beralamat di jalan Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu ini bahkan tak segan memasang spanduk besar di pintu masuknya bertuliskan, “Anda Memasuki Area SMKN 6 Kota Bengkulu WAJIB MASKER – TANPA MASKER DILARANG MASUK !!”.

Sekolah Menengah Kejuaruan Negeri 6 Bengkulu. (doc/wn)

Menurut keterangan Kepala SMKN 6 Saripin Efendi didampingi Waka Kurikulum Mey Arifin Darto dan Waka Kesiswaan Tati, di hari kedua mulainya kegiatan belajar mengajar ini rata-rata semua siswa dan guru sudah terbiasa dengan Prokes selama ini.

“Cuma tadi ada beberapa siswa dan seorang guru yang kita suruh pulang karena tidak memakai masker. Tentunya kami sangat antusias sekali menyambut kebijakan pemerintah kota ini, mengingat sudah hampir 1 tahun kita belajar dari rumah. Sebenarnya kami merasa sedih dengan kegiatan belajar dari rumah selama ini, karena apa yang kami berikan kepada siswa itu masih sangat kurang sekali, tidak seperti yang kami harapkan,” ujar Saripin yang diamini Waka Kurikulum Mey Arifin.

Pembelajaran di dalam laboratorium di masa pandemi. (doc/wn)

Menurut Saripin, mekanisme belajar mengajar di SMKN 6 ini sudah sesuai dengan Prokes, tempat duduk antar siswa berjarak satu meja dengan diberikan tanda silang.

“Kalau untuk jumlah siswanya masih tetap seperti biasa, mengingat kuota di SMKN 6 masih sedikit, ada yang satu kelasnya 17 – 20 orang. Hanya ada 1 kelas yang berjumlah 35 orang, ini sudah kita bagi jadi dua kelas,” tambah mantan Kepala SMKN 5 Kota Bengkulu ini.

Fasilitas Tempat Cuci Tangan. (doc/wn)

Namun diakuinya, masih ada beberapa fasilitas Prokes yang belum sepenuhnya terpenuhi. Diantaranya seperti kurangnya tempat cuci tangan, tempat sabun, dan masker.

“Saat ini kita lebih utamakan tempat cuci tangan di depan pintu masuk sekolah, di depan kelas juga sudah kita sediakan kran air, namun belum ada tempat sabunnya, mengingat keterbatasan keuangan sekolah. Maka dari itu kami sangat mengharapkan bantuan dari pihak pemerintah baik berupa tempat cuci tangan maupun masker, agar siswa lebih bisa menjaga kebersihan nya,” pungkas Saripin.(ajh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here