Beranda Daerah Bengkulu Terungkap, Ditemukan Adanya Obat Kadaluarsa Senilai Rp 603 Juta di Dinkes BU

Terungkap, Ditemukan Adanya Obat Kadaluarsa Senilai Rp 603 Juta di Dinkes BU

140
0
BERBAGI
Ketua komisi I DPRD BU, Febri Yurdiman

Kadinkes Akui Belum Dimusnahkan

BENGKULU UTARA, WN – Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP – BPK) tahun 2020, ditemukan indikasi adanya obat kadaluarsa senilai Rp 603 juta di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Utara (BU).

Temuan ini disampaikan Ketua komisi I DPRD BU, Febri Yurdiman, SE dalam Hearing Rapat Kerja antara pihak DPRD BU dengan sejumlah kepala OPD, termasuk Dinkes, Selasa  (24/05/2021) lalu.

Dalam hearing tersebut, Febri mempertanyakan kepada Kepala Dinkes BU terkait temuan obat kadaluarsa yang tersebar di beberapa kecamatan dan obat tersebut tidak bisa dipakai lagi, seperti info dari LHP – BPK.

“Mengapa selama ini pihak Dinkes tidak pernah menyampaikan ke DPRD atau Komisi I yang membidangi ? Apakah obat kadaluarsa (Expired) senilai Rp 603 juta tersebut sudah dimusnahkan ? dan bagaimana mekanisme pemusnahannya ? sementara pihak Dinkes mengaku tidak mendapatkan informasi terkait adanya temuan obat kadaluarsa senilai Rp 603 juta tersebut, hal ini cukup aneh,” jelas Febri.

Sementara itu, menanggapi permasalahan ini, Kepala Dinkes BU, Syamsul Marif, menerangkan, terkait masalah obat kadaluarsa itu komulatif dari tahun 2014 sampai dengan 2019, bahkan ada sebagian kecil di tahun 2020. “Permasalahan yang kami alami adalah mekanisme pemusnahan tersebut harus melalui pihak ketiga,” ujar Syamsul.

Menurutnya, berdasarkan aturan yang terbaru, jika ingin melakukan pemusnahan obat kadaluarsa itu, harus menggunakan mekanisme pihak ke tiga. Sementara Dinkes belum melakukan kerjasama.

“Jika di tahun – tahun mendatang tidak adanya perubahan dan masih banyak temuan dari LHP – BPK RI, selaku Kepala Dinas saya siap mundur,” tegas Syamsul.(ris)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here