Beranda Daerah Bengkulu Tunggakan SPP Belum Dilunasi, Dua Sekolah Negeri di Bengkulu Tahan Ijazah Siswa

Tunggakan SPP Belum Dilunasi, Dua Sekolah Negeri di Bengkulu Tahan Ijazah Siswa

129
0
BERBAGI
SMKN 6 Kota Bengkulu

Viral, Siswa SMKN 6 Buat Video Minta Tolong ke Walikota

BENGKULU, WN – Hanya karena belum melunasi tunggakan SPP, dua sekolah di Kota Bengkulu kedapatan menahan ijazah para siswanya hingga tunggakan tersebut dibayar.

Sekadar informasi, tindakan penahanan ijazah siswa oleh pihak sekolah ini bahwasannya tidak dibenarkan dan melanggar aturan. Sebagaimana yang telah diatur dalam Permendikbud No. 43 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ujian yang diselenggarakan Satuan Pendidikan dan Ujian Nasional Pasal 8 ayat (1).

Salah satunya, seperti kasus yang terjadi di SMKN 6 Kota Bengkulu yang beralamat di jalan Kampung Bahari, Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Salah seorang siswanya, Melya Anggraini terpaksa membuat sebuah video di akun instagramnya untuk meminta pertolongan kepada Walikota dan Wawali Bengkulu lantaran ijazahnya sudah menahun tertahan di sekolah karena kedua orangtuanya tak mampu membayar tunggakan SPPnya sebesar Rp 3,1 juta. Video ini pun akhirnya viral di jagad maya.

Usut punya usut, ternyata tidak hanya ijazah Melya Anggraini yang ditahan, ada tiga temannya yang juga mengalami nasib yang sama. Mereka adalah Evelia, Fedri dan Eka Meilani yang masing-masing kedua orangtuanya juga tidak mampu membayar SPP.

Wali Murid SMKN 4 Mengeluh

SMKN 4 Kota Bengkulu

Selain di SMKN 6, kasus lain serupa ternyata juga terjadi di SMKN 4 Kota Bengkulu. Sejumlah wali murid mengeluh karena ijazah/SKL anak-anaknya ditahan pihak sekolah. Jika ingin mengambil mereka mengklaim harus membayar terlebih dahulu tunggakan SPP yang mencapai Rp 2 juta.

Diduga, ‘praktik’ ini sudah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, baru terbongkar setelah ada orangtua yang anaknya sudah lulus memberanikan diri mengadu ke wartawan.

Salah seorang wali murid berinisial W mengatakan, nilai donasi yang diminta pihak sekolah kepada wali murid berbeda-beda satu dengan yang lain. “Nilainya macam-macam, beda-beda. Kalau punya anak saya sekitar  Rp 2 juta. Nah, tunggakan uang SPP itu harus dibayar dan dilunasi selama proses sekolah,” katanya kepada wartawan, Selasa kemarin (17/8/2021).

Ditambahkannya lagi, saat siswa hendak lulus sekolah dan ingin mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL), uang tunggakan tersebut harus dilunasi. Jika tidak, maka SKL siswa akan ditahan dan tidak akan diberikan sekolah.

“Saya selaku Wali murid dari anak saya dikarenakan SKL ditahan mintak tolonglah dengan sekolah agar ada solusi, apalagi tunggakan sekitar Rp 2 juta. Anak saya mau cari pekerjaan pake surat keterangan lulus itu, apalagi ini covid, ibu hanya seorang pekerja nyongsong jukung di pantai dan bapak hanya kuli bangunan,” papar Wali murid tersebut.

Menanggapi ini, Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu, Dr. Paidi. M.TPd mengklaim semua ijazah/SKL peserta didik yang baru saja lulus sudah dibagikan. Menurutnya, tidak ada ijazah yang ditahan atau kalau ada wali kelas yang menahan ijazah diharapkan Wali murid harus menemui kepala sekolah secara langsung.

“Kalau menanyakan dengan wali kelas mereka tidak mempunyai kewenangan yang kuat, harusnya wali murid  menemui saya sendiri selaku kepala sekolah, dan saya menjamin tidak ada penahanan Ijazah/ SKL,” kata Paidi.

“Selama saya menjadi kepala sekolah saya tidak pernah menahan ijazah karena ini sudah intruksi undang-undang, kalau ada masalah langsung menghadap saya,” jelasnya.(red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here