Beranda Daerah Bengkulu Walikota Turun Tangan, Sekolah Penahan Ijazah Akhirnya ‘Menyerah’

Walikota Turun Tangan, Sekolah Penahan Ijazah Akhirnya ‘Menyerah’

160
0
BERBAGI
Walikota Bengkulu, Helmi Hasan.

Meski Jadi Kewenangan Pemprov, Helmi Hasan Akui Akan Bantu Siswa/Siswi se-Provinsi Bengkulu

BENGKULU, WN – Pasca viral di media sosial dan diberitakan  banyak media terkait sejumlah siswa yang ijazahnya ditahan oleh pihak sekolah karena nunggak SPP, Jumat (20/8/2021) malam, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bengkulu Dediyanto langsung menyambangi kediaman salah seorang siswi SMKN 6 yang ijazahnya ditahan.

Ia langsung menyampaikan pesan Walikota Helmi Hasan dan Wawali Dedy Wahyudi, bahwa ijazah mereka akan diurus dan dibantu untuk bisa diambil dari sekolah.

“Mohon doanya agar kami kuat. Sebab tadi Bapak Dediyanto bilang sebetulnya SMKN itu kewenangan provinsi dan kewenangan Gubernur. Tapi karena kami warga Kota Bengkulu, maka alhamdulillah kami bisa dibantu oleh Bapak Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wawali Dedy Wahyudi,” ungkap Melya.

Sementara itu, Dediyanto mengaku dirinya pun kaget ternyata yang mengalami nasib serupa tak hanya Melya sendiri. “Setelah di cek langsung, ternyata mereka ada berempat. Insya Allah semuanya dibantu, Senin (23/8/2021) mudah-mudahan bisa diambil ijazahnya dari sekolah,” ujar Dediyanto.

Tak hanya empat remaja tersebut, ternyata masih banyak siswa yang ijazahnya masih tertahan di sekolah karena masalah menunggak SPP, atau masalah lainnya. Dediyanto menegaskan, ia bersama Walikota dan Wakil Walikota akan coba membantu meski kewenangan itu ada di Pemerintah Provinsi Bengkulu.

“Kita berkomitmen akan membantu warga yang membutuhkan untuk menghadirkan kebahagiaan. Namun demikian, kita juga mengajak Pemerintah Provinsi Bengkulu ayo sama-sama kita cari solusi agar mereka yang butuh bantuan ini, bisa kita bantu bersama. Sehingga tidak ada lagi siswa kita yang bernasib sama seperti yang dialami Melya dan kawan-kawan kedepannya,” jelas Dediyanto.

Menanggapi hal ini, belajar dari kasus Melya Anggraini, Walikota Bengkulu Helmi Hasan mengaku tidak ingin ada ‘Melya-Melya’ lain yang mengalami kasus serupa.

Untuk itu, selain langsung membantu Melya dan teman-temannya di SMKN 6, Helmi yang khawatir kasus serupa juga dialami murid lainnya namun belum terekspose, membuka ruang untuk membantu siswa-siswi lainnya. Bahkan tak hanya yang berdomisili di Kota Bengkulu, tapi murid SMA se-Provinsi Bengkulu.

“Bismillahirrahmanirrahim, kepada seluruh orang tua siswa-siswi di Bengkulu yang mengalami kesulitan, raport ijazah ditahan di sekolah dikarenakan tidak ada biaya, apalagi anak yatim, boleh sampaikan ke Helmi Hasan,” ujar Helmi.

Ditambahkannya, keluhan-keluhan ini, bisa disampaikan melalui akun resmi Instagram Helmi Hasan di @helmihasanofficial atau menghubungi langsung nomor pribadinya. “Boleh sampaikan ke Helmi Hasan Official Instagram atau langsung ke 0811737646,” kata Helmi.

“InsyaAllah Helmi Hasan senang ambil bagian dalam kebaikan, tolong yang di bumi yang di langit akan menolong mu, semoga Allah subhanahu wa ta’ala tolong kita dalam menggapai rida dan ampunan-Nya,” demikian Helmi.

Ijazah Siswa SMKN 4 Akhirnya Juga Bisa Diambil

Sama halnya seperti yang terjadi di SMKN 6, pasca diberitakan dan viral, penahanan ijazah siswa di SMKN 4 pun berakhir. Seperti yang di alami oleh siswa berinisial DK yang selama 3 tahun menempuh pendidikan di SMK 4 Kota Bengkulu yang berlokasi di jalan Enggano, Ps. Bengkulu, Kec. Sungai Serut, Kota Bengkulu.

DK diketahui telah lulus sekolah pada Tahun Ajaran 2020/2021. Ijazahnya yang sempat ditahan pihak sekolah akhirnya diberikan setelah kasus siswi di SMKN 6 viral dan direspon Walikota Bengkulu. Beberapa pihak menilai, SMKN 4 tidak ingin ‘berurusan panjang’ dengan Helmi Hasan.

sebelum akhirnya pihak sekolahan memberikan Ijazah yang asli Kepada DK, awalnya pihak sekolah sempat tidak mau memberikan SKL/Ijazah yang asli. Hal tersebut dikatakan oleh Wali Kelasnya. DK disebut masih mempunyai tunggakan SPP yang harus diselesaikan dulu dan alasan pihak sekolah menahannya lantaran masih mempunyai tunggakan biaya sekolah sebesar Rp 2 juta.

Sementara itu, DK kepada awak media mengucapkan Terima kasih kepada pihak sekolahan yang sudah memberikan ijazah kepada saya dan kawan-kawan lainnya yang sempat ditahan. “Saya ucapkan terima kasih sudah dibantu pak, karena ijazah saya dan kawan-kawan sudah bias diambil,” tuturnya kepada awak media.

Dilain pihak, dilansir bukitbarisannews.com, Kepala Sekolah SMKN 4 Kota Bengkulu Dr. Paidi, M.TPd memastikan kedepannya jika ada masalah ijazah yang ditahan, saat pengambilan ijazah siswa harus didampingi orang tua dan langsung menemui Kepala Sekolah.

“Yang sudah datang ke sekolah sudah kita kasihkan ijazahnya, dan hanya beberapa orang lagi yang belum mengambil ijazah karena mungkin lagi di luar kota,” pungkas Paidi, Sabtu (21/8/2021) siang.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here